Rabu 09 Nov 2022 17:51 WIB

Temui Menko Airlangga, Dubes Australia Sampaikan Dukungan Pada KTT G20

Kedua negara merupakan partisipan aktif dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menemui Duta Besar Australia untuk Indonesia HE Penny Williams PSM di Jakarta, Selasa (8/11/2022).
Foto: Istimewa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menemui Duta Besar Australia untuk Indonesia HE Penny Williams PSM di Jakarta, Selasa (8/11/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia HE Penny Williams PSM di Jakarta, Selasa (8/11/2022). Mengawali pertemuan tersebut, Dubes Penny menyampaikan dalam KTT G20 di Bali, rencananya Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese didampingi Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers akan hadir bersama delegasi pengusaha Australia.

"Australia mendukung Presidensi Indonesia dalam penyelenggaraan KTT G20 ke-17 di Bali pada tanggal 15-16 November 2022," kata Dubes Penny dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (9/11/2022).

Baca Juga

Dalam sektor hubungan antarmasyarakat kedua negara, Penny mengungkapkan perkembangan terkini proses pemberian beasiswa G20 'Recover Together, Recover Stronger' dari Pemerintah Australia. Beasiswa ini diberikan kepada 10 pelajar Indonesia untuk dapat menempuh pendidikan Master maupun Doktoral di Australia.

Beasiswa tersebut diberikan khusus untuk program studi yang sesuai dengan area prioritas G20 Indonesia yakni arsitektur kesehatan global, transisi energi berkelanjutan, dan transformasi digital. Saat ini seluruh penerima beasiswa tengah dalam tahap persiapan di Bali dan akan memulai studi mereka di Australia pada tahun depan.

Dalam sektor investasi dan infrastruktur, Indonesia dan Australia akan berpartisipasi dalam kegiatan Partnership for Global Infrastructure and Investment (PGII) di sela-sela KTT G20 di Bali. Menko Airlangga menjelaskan bahwa rencananya, Indonesia akan menyelenggarakan kegiatan PGII bersama dengan Amerika Serikat dan Komisi Eropa.

"Indonesia mengharapkan dukungan Australia dalam kegiatan tersebut untuk mewujudkan proyek infrastruktur strategis yang saling menguntungkan antara negara-negara berkembang dan negara-negara maju," kata Airlangga.

Adapun dalam pertemuan tersebut, keduanya juga menyinggung rencana pelaksanaan pertemuan kedua Economic, Trade, and Investment Ministerial Meeting (ETIMM). Ini merupakan pertemuan tahunan para menteri ekonomi, perdagangan dan investasi kedua negara untuk membahas peningkatan kerja sama ekonomi bilateral dan global.

Selanjutnya, pada pertemuan tersebut Dubes Penny juga sempat membahas hasil konferensi Australian-Indonesian Business Council (AIBC) yang telah berlangsung pada 1-4 November 2022 di Darwin, Australia. Konferensi AIBC bertujuan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ekonomi antara kedua negara.

Indonesia dan Australia juga aktif dalam kerja sama ekonomi kawasan. Kedua negara merupakan partisipan aktif dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF), dimana putaran Perundingan IPEF yang pertama rencananya akan berlangsung di Australia pada pertengahan bulan Desember 2022.

Menutup pertemuan, Menko Airlangga dan Dubes Penny membahas kerja sama pembangunan ekonomi. Penny menyampaikan apresiasi kepada Kemenko Perekonomian atas Program Hibah Kemitraan Indonesia Australia Prospera, yang telah berjalan dengan baik dan akan diperpanjang untuk memfasilitasi penguatan tata kelola ekonomi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement