Rabu 26 Oct 2022 14:13 WIB

Menteri LHK: Ekonomi Biru Jadi Tantangan Baru

Hambatan di dalam ekonomi biru mulai dari kerusakan habitat.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.
Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK)) Siti Nurbaya menyebutkan bahwa ekonomi biru (blue economy) akan menjadi tantangan baru di masa yang akan datang. "Pertama saya sangat gembira bersama anda semua dalam pemeliharaan pesisir 2022 di Kabupaten Tangerang yang membahas banyak agenda penting. Ekonomi biru menjadi tantangan di masa depan nanti," katanya saat membuka penyelenggaraan agenda PEMSEA Network of Local Govenments (PNLG) Meeting Summit 2022 di Kabupaten Tangerang, Provisi Banten, Rabu (26/10/2022).

Ia menyampaikan konsep ekonomi kelautan atau ekonomi biru merupakan hal yang mendorong pertumbuhan ekonomi karena pemeliharaan ekosistem laut menjadi upaya fundamental demi keberlangsungan hidup masyarakat pesisir.

Baca Juga

"Konsep ekonomi biru merupakan hal yang mendorong pertumbuhan ekonomi, penguatan ekosistem laut, fondasi ekonomi biru adalah ketahanan dan laut yang inklusif, laut yang bersih dan ekosistem laut yang sehat," katanya.

Ia mengemukakan bahwa dilihat dinamika respons terhadap persoalan emisi karbon, dunia usaha dan masyarakat memiliki harapan yang cukup besar untuk berkontribusi dalam usaha penurunan emisi.

Namun, kata dia, hambatan di dalam ekonomi biru mulai dari kerusakan habitatnya seperti pengambilan ikan ilegal dan tidak teregulasi yang mengancam ekosistem itu harus segera ditangani.

"Ini diperparah dengan suplai iklan, Indonesia juga rawan akan ancaman bencana alam, seperti tsunami yang mengancam jiwa manusia," katanya.

Kendati demikian, katanya, dengan adanya agenda PEMSEA PNLG di Kabupaten Tangerang ini diharapkan dapat mendorong upaya perbaikan potensi ekosistem pesisir dan perairan. "Jadi pada dasarnya haru ada perubahan dalam pengelolaan terpadu di wilayah pesisir pantai, seperti mangrove, penataan atau pesisir. Termasuk sampah plastik yang masuk ke laut," tutur Siti Nurbaya.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement