Sabtu 22 Oct 2022 05:45 WIB

Aspakrindo: Indonesia Berpotensi Masuk Pasar Kripto Teratas Global

Pasar kripto dalam negeri masih punya kesempatan untuk terus tumbuh.

Kripto
Foto: VOA
Kripto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan Indonesia berpotensi masuk ke jajaran teratas pasar kripto global. Hal ini dikarenakan jumlah investor aset kripto di Indonesia terus bertambah meski di tengah crypto winter.

Manda memandang pasar kripto dalam negeri masih punya kesempatan untuk terus tumbuh karena banyak individu yang tertarik berinvestasi di ruang kripto dan blockchain, meskipun mereka kurang familier dengan aset digital.

Baca Juga

"Pertumbuhan jumlah investor kripto dalam negeri terus meningkat, walau market sedang lesu, artinya banyak individu yang mulai tertarik dengan dunia investasi kripto dan blockchain. Tapi analisa kami, masih banyak yang belum sepenuhnya paham soal aset digital ini, maka diperlukan program edukasi yang berkelanjutan," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (21/10/2022).

Sementara itu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat jumlah investor kripto terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta. Nilai transaksi perdagangan kripto di Indonesia, pada Januari-September 2022 tercatat Rp 266,9 triliun, turun 57,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2021.

Mengutip laporan Toluna, Manda menjelaskan Indonesia diproyeksikan masuk dalam jajaran market kripto teratas global dalam 6 bulan ke depan. Indonesia yang digolongkan sebagai negara berkembang punya sentimen positif terhadap aset kripto, dibanding negara maju.

"Dalam laporan itu Indonesia disebutkan akan lebih kuat untuk mengembangkan industri kripto. Pasalnya, orang-orang di pasar negara berkembang, seperti Indonesia terus memiliki sentimen yang lebih optimis mengenai kripto. Di sisi lain, opini terhadap kripto lebih skeptis di negara maju," jelasnya.

Negara-negara yang diproyeksikan memiliki market kripto yang tinggi bersama Indonesia adalah Thailand, UEA, India, Filipina, dan Brasil di mana investor rata-rata memilih kripto sebagai jenis investasi paling dikenal kedua setelah saham.

"Riset ini diharapkan dapat memberi awal yang baik dalam memahami masa depan kripto dan bagaimana pelaku usaha di industri ini dapat memainkan peran yang relevan dalam lanskap digital yang terus berubah ini," papar Manda.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement