Sabtu 22 Oct 2022 05:25 WIB

Orang Terkaya Dunia Keluarkan Peringatan Soal Ancaman Resesi

Para peneliti memperkirakan kemungkinan terjadinya resesi global di atas 98 persen.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
CEO Amazon Jeff Bezos, salah satu orang terkaya dunia.
Foto: EPA-EFE/ MICHAEL REYNOLDS
CEO Amazon Jeff Bezos, salah satu orang terkaya dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Elon Musk dan Jeff Bezos, dua orang terkaya di dunia memberikan sinyal akan ketegangan tentang resesi yang membayangi. 

Bezos awal pekan ini berkomentar bahwa sudah waktunya untuk 'memperketat palka'. Komentar tersebut dia sampaikan menanggapi unggahan video CEO Goldman Sachs yang mengatakan ada peluang bagus dalam situasi resesi.

Baca Juga

Seperti dilansir dari CNN, Kamis (20/10/2022), Elon Musk menyatakan sedikit lebih optimistis ketika dia berusaha -meski pada akhirnya tidak berhasil- untuk meredakan kekhawatiran Wall Street tentang prospek pertumbuhan Tesla.

Dalam pertemuan dengan analis, Musk memberikan nada percaya diri, mengatakan perusahaan memiliki permintaan 'sangat baik' untuk kuartal berikutnya dan bahwa pabrik berjalan dengan kecepatan penuh. Namun dia mengakui permintaan 'sedikit lebih sulit' didapat. 

Ia juga mencatat Eropa dan China sedang mengalami suasana semacam resesi. Musk juga memperingatkan bahwa Tesla akan gagal mencapai target pertumbuhan penjualannya.

Saham Tesla turun 7 persen pada awal perdagangan Kamis (20/10/2022), meskipun Tesla melaporkan laba yang mendekati rekor pada kuartal ketiga. Analis dan investor semakin khawatir tentang kemampuan Tesla untuk mempertahankan pertumbuhannya dalam menghadapi masalah logistik dan kenaikan inflasi.

komentar dari Musk dan Bezos menambah paduan suara tokoh kuat yang khawatir bahwa ekonomi akan memburuk. Awal bulan ini, Jamie Dimon, Kepala Eksekutif JPMorgan Chase, menakuti seluruh pasar saham dengan mengatakan resesi bisa melanda AS hanya dalam enam hingga sembilan bulan.

Bahkan pesohor dari kalangan non miliarder namun masih masuk jajaran orang kaya AS, Gwyneth Paltrow, mengaku tak bisa tidur nyenyak karena ancaman resesi itu.

"Ekonomi menyebalkan. Saya hanya khawatir tentang tahun depan dan seberapa buruk resesi yang akan terjadi," katanya kepada Hollywood Reporter minggu ini. "

Namun, kekhawatiran itu dinilai masuk akal. Pasalnya, para peneliti  baru-baru ini menempatkan kemungkinan resesi global sedikit di atas 98 persen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement