Selasa 11 Oct 2022 20:37 WIB

China Menentang Pengetatan Ekspor Semikonduktor AS

AS semakin memperketat pengendalian ekspor ke China

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Karyawan bekerja di tempat perakitan mobil di pabrik Dongfeng Honda Automobile Co, Ltd di Wuhan di provinsi Hubei, China.  AS semakin memperketat pengendalian ekspor ke China. Ilustrasi.
Foto: AP/Ng Han Guan
Karyawan bekerja di tempat perakitan mobil di pabrik Dongfeng Honda Automobile Co, Ltd di Wuhan di provinsi Hubei, China. AS semakin memperketat pengendalian ekspor ke China. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Kementerian Perdagangan China (Mofcom) menentang keras kebijakan terbaru Amerika Serikat (AS) yang memperketat ekspor semikonduktor ke negara berpenduduk terbanyak di dunia itu. Kebijakan tersebut akan berdampak terhadap hubungan dagang beberapa perusahaan di kedua negara dan mengancam stabilitas industri global dan rantai pasokan. Demikian disampaikan keterangan pihak juru bicara Mofcom di Beijing, Senin (10/10/2022).

China telah menghapus sembilan entitasnya dari daftar permbatasan perdagangan yang oleh Mofcom dimaksudkan agar para pebisnis dari kedua negara dapat menemukan solusi terbaik dalam meraih keuntungan bersama. Namun pada saat yang bersamaan, AS menambah 31 entitas dari China masuk dalam daftar pembatasan perdagangan sehingga pengendalian ekspor ke China makin ketat.

Baca Juga

"Ini bentuk intimidasi teknologi yang tidak hanya melanggar semangat kerja sama kedua negara, melainkan juga mengabaikan kerja sama nyata di lapangan kedua belah pihak," kata Mofcom.

Menurut Mofcom, kebijakan AS tidak hanya mencederai hak dan kepentingan perusahaan China, melainkan juga kepentingan para eksportir AS. China menyerukan semua pihak memperkuat kerja sama dan bersama-sama membangun industri global dan sistem rantai pasokan yang aman, stabil, efisien, terbuka, inklusif, dan saling menguntungkan.

 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Mao Ning pada Selasa (11/10/2022) menekankan bahwa inovasi teknologi bagian dari kemajuan pembangunan umat manusia. "Tidak ada negara yang dapat mendakunya secara eksklusif untuk diri mereka sendiri, apalagi jika ada orang yang menyalahgunakan keunggulan teknologinya untuk menekan negara lain," ujarnya dalam pengarahan pers rutin.

Semikonduktor sangat berguna dalam bidang elektronik sesuai tuntutan kebutuhan masyarakat modern.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement