Rabu 17 Aug 2022 23:27 WIB

ID Food Tempatkan Nelayan Sebagai Pejuang Pangan

Nelayan sebagai pejuang pangan karena potensi besar sektor perikanan

[ilustrasi] Aktivitas nelayan saat bongkar muat hasil tangkapan ikan laut. BUMN Holding Pangan ID FOOD bertekad menempatkan nelayan sebagai pejuang pangan lantaran sektor perikanan memiliki potensi besar di Indonesia yang dapat mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Foto: EPA/Hotli Simanjuntak
[ilustrasi] Aktivitas nelayan saat bongkar muat hasil tangkapan ikan laut. BUMN Holding Pangan ID FOOD bertekad menempatkan nelayan sebagai pejuang pangan lantaran sektor perikanan memiliki potensi besar di Indonesia yang dapat mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BUMN Holding Pangan ID FOOD bertekad menempatkan nelayan sebagai pejuang pangan lantaran sektor perikanan memiliki potensi besar di Indonesia yang dapat mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan bahwa pihaknya mendorong pemenuhan fasilitas pelabuhan untuk pengembangan sektor perikanan di Indonesia, salah satunya Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman Muara Baru di Jakarta Utara.

"Kapal nelayan di sini tempat berlabuhnya para nelayan setelah mereka melaut dengan hasil tangkapan kekayaan laut berupa ikan pelagis, seperti tuna, cakalang, tongkol, anak tuna, kembung layang, dan cumi-cumi dengan kapasitas 30 GT ke atas. Dengan demikian, potensi volume produksi sangat banyak," kata Frans dalam keterangan di Jakarta, Rabu (17/8/2022).

Ia melanjutkan,"Inilah yang menjadi alasan kami menempatkan nelayan sebagai pejuang pangan."Pada peringatan HUT Ke-77 Republik Indonesia, ID FOOD menggelar upacara bendera di lokasi tambat labuh kapal nelayan dermaga barat Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman Muara Baru di Jakarta Utara.

Frans menegaskan bahwa grup ID FOOD berperan mengembangkan sektor perikanan dari hulu sampai hilir. Di hulu, ID FOOD berperan mulai dari menyediakan prasarana pendukung di area Pelabuhan Perikanan Muara Baru seluas sekitar 100 hektare terdiri atas 70 hektare lahan dan 30 hektare kolam perairan untuk tambat labuh tempat nelayan menyandar.

Selain itu, grup ID FOOD juga menyediakan cold storage untuk prasarana nelayan dan pelaku usaha perikanan dengan kapasitas 5.000 ton, khusus di Pelabuhan Perikanan Muara Baru serta penyediaan air bersih, listrik dan BBM, docking kapal nelayan untuk membantu para nelayan maupun pelaku usaha perikanan. Di hilir sektor perikanan, lanjut Frans, pihaknya juga mendapatkan kepercayaan dari pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengelola Pasar Ikan Modern Muara Baru yang diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 13 Maret 2019.

Ia berharap seluruh insan BUMN pangan untuk berkontribusi mewujudkan transformasi memajukan pangan Indonesia."Untuk mengantisipasi krisis pangan, kondisi pangan di Indonesia harus pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. ID FOOD group memiliki amanah dari negara untuk memajukan pangan dalam negeri," tegas Frans.

Sementara itu, Direktur Utama Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan bahwa ketahanan sektor perikanan merupakan salah satu upaya mewujudkan kedaulatan pangan.

Menurut dia, Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman merupakan sentra perikanan terbesar tidak hanya di Jakarta, tetapi di Indonesia."Total mitra nelayan kami di seluruh Indonesia berjumlah 1.400 nelayan," kata Sigit.

Dikatakan pula bahwa produk ikan yang diserap Perikanan Indonesia dari nelayan merupakan bahan baku yang akan dilakukan pengolahan sebelum dijual.Dalam pengolahan, Perikanan Indonesia akan fokus pada hilirisasi produk untuk memaksimalkan nilai tambah.

Untuk mendukung ekosistem perikanan yang berkelanjutan, perseroan didukung dengan infrastruktur penunjang di seluruh cabang di Indonesia mulai dari unit pengolahan ikan, cold storage, air blast freezer, pabrik es, docking kapal, hingga pelabuhan perikanan berkelas samudra dan nusantara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement