Rabu 03 Aug 2022 15:24 WIB

Pengamat: Kenaikan Harga Tiket Pulau Komodo Turunkan Pendapatan Daerah

Pemerintah berencana menaikkan tarif ke Pulau Komodo Rp 3,75 juta per kunjungan.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Tarif baru tiket masuk Taman Nasional Komodo berlaku mulai 1 Agustus 2022.
Foto: Tim Infografis Republika.co.id
Tarif baru tiket masuk Taman Nasional Komodo berlaku mulai 1 Agustus 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebijakan pemerintah yang menaikkan harga tiket masuk ke Taman Nasional Pulau Komodo menjadi sebesar Rp 3,75 juta per kunjungan dinilai dapat menurunkan pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata di Manggarai Barat. Pengamat Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi, mengatakan, penurunan PAD sangat bisa terjadi imbas penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

Berdasarkan data Disparekrafbud Kabupaten Manggarai Barat NTT, Realisasi PAD Manggarai Barat tahun 2022 dari sektor pariwisata masih jauh dari target yang ditetapkan Rp 28 miliar. Sebab, hingga akhir Juni 2022, PAD yang terkumpul baru Rp 3,2 miliar.

Baca Juga

"Di mana 90 persen pendapatan per Juni 2022 itu berasal dari kunjungan ke dalam wilayah Taman Nasional Komodo (TNK), termasuk aktivitas diving dan snorkeling, Wisatawan nusantara atau turis domestik mendominasi kunjungan ke Labuan Bajo," kata Taufan secara tertulis kepada Republika.co.id, Rabu (3/8/2022).

Dari 65.362 wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo selama setahun terakhir, sebanyak 53.824 merupakan turis domestik atau 82 persen. Sisanya 18 persen wisatawan mancanegara dengan jumlah 11.538 kunjungan.

 

"Tentunya Kondisi labuhan bajo yang tidak kondusif pasca aksi demo yang berlanjut pada aksi mogok kerja para pelaku pariwisata akan memicu para wisatawan untuk mengurungkan niatnya berkunjung ke Labuhan Bajo  sehingga target PAD pun berpotensi tidak tercapai," katanya.

Ia mendata, jumlah Tenaga kerja yang berasal dari industri pariwisata berjumlah 4.412 orang pada tahun 2019 dimasa awal pandemi berlangsung. Saat ini, ketika tren pandemi menurun dan kunjungan wisatawan mulai meningkat ke labuhan bajo ribuan tenaga kerja ini harus kembali dihadapkan pada ancaman kehilangan pekerjaan imbas polemik kebijakan kenaikan tiket masuk 3,75 Juta tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement