Jumat 29 Jul 2022 09:09 WIB

Amazon Catat Kerugian 2 Miliar Dolar AS pada Kuartal II 2022

Penjualan bersih perusahaan meningkat 7,0 persen menjadi 121,2 miliar dolar AS.

Logo Amazon muncul di Douai, Prancis utara pada tanggal 16 April 2020. Amazon mengalami rugi bersih 2 miliar dolar AS atau 20 sen per saham terdilusi, dibandingkan dengan laba bersih 7,8 miliar dolar AS atau 76 sen per saham terdilusi pada kuartal II 2021.
Foto: AP Photo/Michel Spingler, File
Logo Amazon muncul di Douai, Prancis utara pada tanggal 16 April 2020. Amazon mengalami rugi bersih 2 miliar dolar AS atau 20 sen per saham terdilusi, dibandingkan dengan laba bersih 7,8 miliar dolar AS atau 76 sen per saham terdilusi pada kuartal II 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO -- Amazon.com Inc pada Kamis (28/7/2022) mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal II yang berakhir 30 Juni 2022. Perusahaan itu mengalami rugi bersih 2 miliar dolar AS atau 20 sen per saham terdilusi, dibandingkan dengan laba bersih 7,8 miliar dolar AS atau 76 sen per saham terdilusi pada kuartal II 2021.

Penjualan bersih perusahaan meningkat 7,0 persen menjadi 121,2 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun ini, dibandingkan dengan 113,1 miliar dolar AS pada kuartal II 2021. Tidak termasuk dampak tidak menguntungkan senilai 3,6 miliar dolar AS dari perubahan nilai tukar valas dari tahun ke tahun sepanjang kuartal, penjualan bersih meningkat 10 persen dibandingkan dengan kuartal II 2021, kata Amazon.

Baca Juga

Arus kas operasi perusahaan merosot 40 persen menjadi 35,6 miliar dolar AS untuk 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan 59,3 miliar dolar AS untuk 12 bulan terakhir yang berakhir 30 Juni 2021. Arus kas bebas turun menjadi arus keluar 23,5 miliar dolar AS untuk 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan arus masuk 12,1 miliar dolar AS untuk 12 bulan terakhir yang berakhir 30 Juni 2021.

Saham biasa yang beredar ditambah saham yang mendasari berjumlah 10,6 miliar pada 30 Juni 2022, dibandingkan dengan 10,4 miliar satu tahun lalu. Penjualan bersih Amazon Web Services (AWS) meningkat menjadi 19,74 miliar dolar AS pada kuartal II dari 14,81 miliar dolar AS satu tahun lalu.

 

"Meskipun tekanan inflasi berkelanjutan dalam biaya bahan bakar, energi, dan transportasi, kami membuat kemajuan pada biaya yang lebih terkendali yang kami rujuk pada kuartal terakhir, terutama meningkatkan produktivitas jaringan pemenuhan kami," kata CEO Amazon, Andy Jassy.

"Kami juga melihat peningkatan pendapatan karena kami terus menjadikan Prime lebih baik bagi anggota, baik berinvestasi dalam kecepatan pengiriman yang lebih cepat, dan menambahkan manfaat unik," tambahnya.

Penjualan bersih Amazon diperkirakan antara 125 miliar dan 130 miliar dolar AS atau tumbuh antara 13 dan 17 persen pada kuartal III, dibandingkan dengan kuartal III 2021. Pendapatan operasional diperkirakan antara 0 dan 3,5 miliar dolar AS pada kuartal III, dibandingkan dengan 4,9 miliar dolar AS pada kuartal III 2021.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement