Kamis 28 Jul 2022 09:27 WIB

The Fed Naikkan Suku Bunga, IHSG Menguat Terkerek Saham Bank

Empat saham bank jumbo kompak menghijau di awal perdagangan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Seorang pria melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (Ilustrasi). IHSG bergerak naik pada pembukaan perdagangan Kamis (28/7/2022). IHSG menguat signifikan ke level 6.925,47 dari posisi kemarin yang masih di level 6.898,21.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Seorang pria melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (Ilustrasi). IHSG bergerak naik pada pembukaan perdagangan Kamis (28/7/2022). IHSG menguat signifikan ke level 6.925,47 dari posisi kemarin yang masih di level 6.898,21.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik pada pembukaan perdagangan Kamis (28/7/2022). IHSG menguat signifikan ke level 6.925,47 dari posisi kemarin yang masih di level 6.898,21. 

Kenaikan IHSG ditopang oleh empat saham bank jumbo yang kompak menghijau di awal perdagangan. BBCA memimpin dengan kenaikan 1,37 persen, BBNI naik 0,96 persen, BBRI naik 0,93 persen dan BMRI naik 0,62 persen. 

Baca Juga

Pergerakan IHSG sejalan dengan indeks utama Wall Street yang ditutup menguat pada perdagangan semalam. Phillip Sekuritas Indonesia mengatakan pasar saham masih diwarnai sentimen kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve (the Fed). 

Seperti yang sudah di antisipasi pasar, the Fed menaikkan suku bunga acuan Federal Fund rate (FFR) sebesar 0,75 persen menjadi di kisaran 2,25 - 2,50 persen, sama dengan level di tahun 2019. Secara kumulatif, suku bunga FFR selama periode Juni – Juli naik 150 bps, terbesar sejak awal 1980an.

 

Federal Reserve juga mengakui belanja konsumen dan aktifitas produksi sudah mulai melemah namun menegaskan pembukaan lapangan kerja masih tetap kuat di bebarapa bulan terakhir ini.

"Investor merasa lebih tenang setelah mendengar komentar ketua federal Reserve Jerome Powell yang tidak percaya ekonomi AS saat ini berada dalam resesi namun mengakui berbagai data ekonomi merefleksikan pelemahan," kata Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Kamis (28/7/2022).

Investor juga melihat tidak adanya arahan berkaitan dengan kenaikan suku bunga di bulan September. Pelaku pasar melihat ini sebagai sinyal dari sikap bank sentral yang ramah (dovish stance).

Di pasar komoditas, harga minyak mentah mengalami kenaikan karena laporan penurunan persediaan minyak di AS dan pemutusan aliran gas alam dari Rusia ke Eropa berhasil mengimbangi kekhawatiran mengenai pelemahan permintaan dan kenaikan suku bunga di AS.

IHSG diperkirakan berpotensi menguat pada perdagangan hari ini. Phillip Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham yang berpeluang bullish secara teknikal.

SMDM

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish 

Trade Buy          : 197

Target Price 1     : 219

Target Price 2     : 231

Stop Loss          : 174

ARNA

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish 

Trade Buy          : 1000

Target Price 1     : 1065

Target Price 2     : 1095

Stop Loss          : 935

PSSI

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 655

Target Price 1     : 720

Target Price 2     : 775

Stop Loss          : 585

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement