Senin 06 Jun 2022 07:56 WIB

SKK Migas: Survei Seismik Subvulkanik Jawa Capai 820 Km

Kegiatan survei seismik subvulkanik itu dilakukan di sepanjang wilayah selatan Jawa.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengatakan, survei seismik subvulkanik di Pulau Jawa telah mencapai 820 kilometer atau 82 persen dari target sepanjang 1.000 kilometer.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, survei seismik itu dilakukan untuk menemukan sumber-sumber baru minyak dan gas bumi mengingat potensi eksplorasi Indonesia masih kaya karena masih terdapat cekungan yang diyakini mengandung migas namun belum dieksplorasi secara masif.

Baca Juga

"Kegiatan survei seismik subvulkanik Jawa adalah bagian dari Indonesia Exploration Blueprint and Strategy, yaitu menggali potensi hidrokarbon yang tertutupi vulkanik," kata Dwi dalam keterangan di Jakarta, Ahad (5/6/2022).

Kegiatan survei seismik subvulkanik itu dilakukan di sepanjang wilayah selatan Jawa yang ditargetkan rampung 100 persen pada September 2022. Saat ini, industri hulu migas terus fokus untuk melakukan derisiking dari potensi eksplorasi dengan menyediakan data-data yang nantinya akan mengundang investor untuk menemukan cadangan besar.

SKK Migas telah mendorong kontraktor kontrak kerja sama atau KKKS untuk melakukan kegiatan survei eksplorasi yang masif melalui kegiatan survei eksplorasi di darat, laut, dan udara.Kegiatan itu adalah bagian dari upaya untuk mencapai target ketersediaan data bagi 128 cekungan yang Indonesia miliki hingga 2024.

"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam kegiatan ini khususnya PT Pertamina yang telah melakukan kegiatan eksplorasi secara masif, yaitu pelaksanaan kegiatan survei seismik 2D di laut pada open area sejauh 32 ribu kilometer pada 2019 sampai 2020 dan full tensor gravity (FTG) menggunakan pesawat udara di Bird Head dan Akimeugah yang telah selesai akhir 2021," jelas Dwi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement