Ahad 05 Jun 2022 13:42 WIB

Menkop Ajak Mahasiswa Berwirausaha Manfaatkan Ekonomi Digital

Ia mengingatkan, jangan sampai potensi itu dikuasai asing.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak mahasiswa menjadi wirausaha guna memanfaatkan potensi ekonomi digital di Tanah Air. Potensi tersebut bisa mencapai Rp 5.400 triliun.
Foto: Dok Kemenkop UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak mahasiswa menjadi wirausaha guna memanfaatkan potensi ekonomi digital di Tanah Air. Potensi tersebut bisa mencapai Rp 5.400 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak mahasiswa menjadi wirausahawan guna memanfaatkan potensi ekonomi digital di Tanah Air. Potensi tersebut bisa mencapai Rp 5.400 triliun.

"Potensi ekonomi digital di Indonesia sebesar Rp 5.400 triliun harus bisa dimanfaatkan para wirausahawan mapan baru dari kalangan kampus (mahasiswa) berbasis anak muda inovatif dan berpendidikan tinggi," kata Teten saat menjadi keynote speaker di Kuliah Umum Kewirausahaan, pada acara Paten Goes To Campus, di Universitas Muhammadiyah, Purwokerto (UMP), Jawa Tengah, Sabtu (4/6/2022).

Baca Juga

Ia mengingatkan, jangan sampai potensi itu dikuasai asing.

Saat ini, kata dia, sekitar 50 persen produk yang ada di e-commerce merupakan barang impor. Maka para wirausaha muda sekarang, selain harus mampu menguasai pasar dalam negeri, juga harus kompetitif di pasar global.

Di acara sekaligus pembukaan Enterpreneur Creative Project (ECP) 2022, Teten mengajak wirausaha muda untuk meningkatkan kemampuan dalam berkompetisi. "Ke depan, produk UMKM kita harus berbasis inovasi, kreativitas, dan teknologi. Itu harus disiapkan oleh kita semua, termasuk dari lembaga kampus," tuturnya.

Oleh karena itu, Teten berharap perguruan tinggi termasuk UMP harus kuat dalam mengembangkan inkubator bisnis di lingkungan kampus. "Pilih dua atau tiga produk unggulan untuk dikembangkan hingga memiliki daya saing tinggi di pasar," ujar dia.

Teten meyakini dari UMP bakal lahir banyak wirausaha muda berbasis kampus dan anak muda. "Pangsa pasar anak muda sekarang ini adalah produk-produk custom atau handmade. Ini peluang bagi para pelaku startup," kata Teten.

Hanya saja, dia mengingatkan, dengan pasar terbuka seperti saat ini, bukan hanya produk startup Indonesia bisa masuk ke pasar dunia, tapi produk luar negeri juga bisa masuk ke pasar nasional. "Jadi, kita harus kompetitif. Artinya, kita harus kuat dalam ide dan kreativitas," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement