Sabtu 04 Jun 2022 11:26 WIB

PP Presisi Kantongi Proyek Penanganan Sampah Jakarta Rp 195 Miliar

Ini merupakan bagian proyek percontohan sistem pengolahan sampah pada sungai Jakarta.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
PT PP Presisi Tbk
Foto: pp-presisi.co.id
PT PP Presisi Tbk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PP Presisi Tbk bersama dengan PT Runggu Prima Jaya KSO tandatangani kontrak baru Proyek Pembangunan Sistem Pengambilan dan Treatment Sampah Badan Air Melalui Rekayasa Sungai Pada Kali Ciliwung Segment TB Simatupang sebesar Rp 195 miliar.

Direktur Operasi PP Presisi Darwis Hamzah mengatakan diperolehnya pekerjaan proyek pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai kali Ciliwung akan menambah portfolio sebagai perusahaan jasa konstruksi dan nonkonstruksi yang berbasis alat berat.

Baca Juga

“Lingkup pekerjaan yang akan kami kerjakan pada proyek tersebut mulai dari jasa pekerjaan sipil sampai dengan mechanical dan electrical. Tujuan pembangunan proyek ini merupakan bagian dari proyek percontohan sistem pengolahan sampah pada sungai – sungai DKI Jakarta, akan dilakukan penyaringan sampah pada hulu sungai yang nantinya akan diterapkan pada sungai-sungai di DKI Jakarta,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/6/2022).

Menurutnya kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki yang telah terbukti dalam mengerjakan proyek-proyek strategis nasional, maka dengan tight nya jadwal pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan tersebut diyakini dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan target yang telah ditentukan sebagai bagian dari usaha perusahaan.

Perolehan kontrak baru proyek pembangunan sistem pengambilan dan treatment sampah badan air melalui rekayasa sungai kali Ciliwung menambah total perolehan kontrak baru PP Presisi hingga Mei 2022 sebesar Rp 2 triliun atau 37 persen dari total target kontrak baru 2022 sebesar Rp 5,9 triliun. Dari total kontrak baru tersebut, segmentasi kontrak baru didapatkan dari 94,6 persen PP nongroup dan 5,4 persen PP Group. 

Sedangkan dari segmen lini bisnis 69,4 persen kontrak kontribusi dari lini bisnis civil work, 25,8 persen dari lini bisnis mining services dan sisanya 4,8 persen dari production plant, rental dan structure work.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement