Rabu 18 May 2022 18:43 WIB

Erick: BUMN Ditugaskan Distribusi Migor di 10 Ribu Titik

Erick sebut distribusi 10 % dari produksi minyak nasional itu akan dilakukan bertahap

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas mengisi minyak goreng curah ke dalam mobil tangki yang diambil dari satu unit kontainer usai acara pendistribusian minyak goreng curah dan gula pasir di Kupang, NTT, Rabu (11/5/2022). BUMN Holding pangan ID FOOD bersama Kementerian Perhubungan, Badan Pangan Nasional, PTPN Group, Pos Indonesia dan BRI bersinergi mulai mendistribusikan 800 ton gula pasir dan 300 ton minyak goreng curah ke pasar - pasar tradisional di Kupang.
Foto: ANTARA/Kornelis Kaha
Petugas mengisi minyak goreng curah ke dalam mobil tangki yang diambil dari satu unit kontainer usai acara pendistribusian minyak goreng curah dan gula pasir di Kupang, NTT, Rabu (11/5/2022). BUMN Holding pangan ID FOOD bersama Kementerian Perhubungan, Badan Pangan Nasional, PTPN Group, Pos Indonesia dan BRI bersinergi mulai mendistribusikan 800 ton gula pasir dan 300 ton minyak goreng curah ke pasar - pasar tradisional di Kupang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, BUMN berkomitmen bersinergi dengan swasta dalam distribusi minyak goreng (migor). Erick menyampaikan kolaborasi antara BUMN dan swasta merupakan hal yang harus dilakukan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kita sekarang mendapat penugasan, BUMN bersama swasta bersama-sama, tidak mungkin BUMN ketika ada penugasan baru berdiri sendiri, kita tidak punya minyak gorengnya, kita punya distribusinya tapi tidak juga di seluruh titik yang diperlukan," ujar Erick usai memberikan pembekalan peserta rekrutmen bersama BUMN 2022 bertajuk "Berkarya untuk Indonesia" di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (18/5).

Oleh karena itu, lanjut Erick, produksi minyak goreng curah yang sebesar 18 persen dari total nasional digabungkan dengan milik swasta. Kemudian, BUMN dan swasta bersama-sama mendistribusikannya ke 10 ribu titik.

"Minggu ini 1.200 titik, minggu depan 2.500 titik, lalu 5 ribu titik, secara bertahap," ucap Erick.

 

Erick berharap pendistribusian tersebut dapat menyeimbangkan harga minyak goreng dari Rp 21 ribu per liter menjadi Rp 17 ribu per liter secara bertahap. 

"(Distribusi) ini kita terus lakukan supaya ekspornya bisa mulai juga ditinjau, kalau saya bicara ada penugasan tapi manusianya tidak kapabel atau tidak mau, malah kesempatan jadi menyolong karena sekarang harganya lagi beda, ini kenapa pembentukan karakter itu penting, kita harus disiplin melakukan tugas dan sesuai dengan tupoksinya," kata Erick menambahkan.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement