Rabu 27 Apr 2022 22:31 WIB

Implementasikan Arahan Presiden Jokowi, Meterai Tempel Kini 100 Persen Berbahan Baku Lokal

Imbauan ini dalam rangka mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.

Meterai tempel yang seluruh bahannya berasal dari produksi dalam negeri. Peruri sejak 2020 menggunakan bahan baku dalam negeri untuk kertas sekuriti berhologram dan tinta sekuriti.
Foto: Dok. Bumn
Meterai tempel yang seluruh bahannya berasal dari produksi dalam negeri. Peruri sejak 2020 menggunakan bahan baku dalam negeri untuk kertas sekuriti berhologram dan tinta sekuriti.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan dalam acara Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) yang diselenggarakan di JCC Senayan, Jakarta Selatan pada Senin (25/4/2022). Presiden Jokowi mengimbau kepada seluruh Kementerian, Lembaga serta BUMN agar dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dalam rangka mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. 

Dilansir dari Antara, Rabu (27/4/2022), sesuai dengan imbauan ini, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Peruri telah mengimplementasikan komponen bahan baku meterai tempel seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri sejak 2020 khususnya untuk bahan baku kertas sekuriti berhologram dan tinta sekuriti.

Baca Juga

Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya mengatakan, perubahan yang baru dimulai sejak dua tahun lalu untuk produk meterai tempel itu merupakan bentuk nyata dukungan BUMN tersebut terhadap kemajuan industri dalam negeri guna mendorong perekonomian nasional.

"Sebelum 2020 kami masih menggunakan bahan baku kertas impor untuk memproduksi meterai tempel, akan tetapi sejak 2020 kami mulai mengganti menggunakan produksi dalam negeri sebagai bentuk nyata dukungan Peruri terhadap produk lokal," kata Dwina.

Dwina menuturkan, pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan konten lokal pada produk lainnya dan setiap aktivitas pengadaan di Peruri.

Hal itu juga diwujudkan melalui penandatanganan kontrak kerja sama pencetakan meterai tempel kopur 10 ribu tahap II tahun anggaran 2022 bersama dengan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Lebih lanjut, Dwina menjelaskan proses bisnis pencetakan meterai tempel terbagi menjadi lima tahapan yaitu persiapan cetak, pencetakan, verifikasi/pemeriksaan, finishing dan pengiriman.

Proses pencetakannya sendiri juga terbagi menjadi empat tahapan yaitu cetak rata/offset, cetak dalam/intaglio, cetak nomor seri dan perforasi.

"Pencetakan meterai tempel seluruhnya dikerjakan sendiri oleh Peruri, namun bahan baku kertas sekuriti didapatkan dari PT Kertas Padalarang yang merupakan anak perusahaan Peruri serta tinta sekuriti dari PT Sicpa Peruri Securink yang merupakan perusahaan afiliasi Peruri dengan Sicpa Swiss yang pabriknya berlokasi di kawasan produksi Peruri Karawang," kata dia.

Sejak awal didirikan pada 1971, Peruri memiliki kompetensi utama sebagai perusahaan penjamin keaslian dari produk-produk yang dihasilkan dengan cara menerapkan beberapa fitur sekuriti.

Untuk produk meterai tempel, fitur sekuriti yang digunakan oleh Peruri pada kertas meterai terdapat UV dull berhologram, lem kering (dry glue) pada sisi belakang kertas dan serat-serat yang kasat mata (visible fibres).

Dwina pun memberi tips untuk dapat mengidentifikasi keaslian meterai tempel, diantaranya berbentuk segi empat, dan terasa kasar bila diraba.

Selain itu, terdapat gambar Garuda sebagai lambang Negara Indonesia, teks "METERAI TEMPEL", teks "TGL" angka "20" dan teks "TEMPEL", teks nominal "10000", teks "SEPULUH RIBU RUPIAH", serta terdapat nomor seri dan perforasi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement