Rabu 16 Feb 2022 13:24 WIB

Indeks Harga Properti Naik 1,47 Persen pada Kuartal IV 2021

Penjualan properti residensial kontraksi 11,60 persen (yoy) pada kuartal IV 2021.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
Petugas menjelaskan calon pembeli tentang salah satu perumahan yang ditawarkan dalam salah satu pameran properti (ilustrasi).  Bank Indonesia (BI) merilis Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer secara tahunan tumbuh meningkat pada kuartal IV 2021.
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Petugas menjelaskan calon pembeli tentang salah satu perumahan yang ditawarkan dalam salah satu pameran properti (ilustrasi). Bank Indonesia (BI) merilis Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer secara tahunan tumbuh meningkat pada kuartal IV 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) merilis Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer secara tahunan tumbuh meningkat pada kuartal IV 2021. Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal IV 2021 tercatat 1,47 persen (yoy).

"Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 1,41 persen (yoy)," katanya dalam keterangan pers, Rabu (16/2/2022).

Baca Juga

Harga properti residensial primer diprakirakan akan tumbuh lebih terbatas pada kuartal I 2022 sebesar 1,29 persen (yoy). Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan perbaikan kontraksi penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal IV 2021.

Hal ini tercermin dari penjualan properti residensial yang terkontraksi 11,60 persen (yoy) pada kuartal IV 2021. Nilai ini lebih rendah dari kontraksi 15,19 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya.

Berdasarkan sumber pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa pengembang masih mengandalkan pembiayaan yang berasal dari non perbankan untuk pembangunan properti residensial. Pada kuartal IV 2021, sebesar 63,33 persen dari total kebutuhan modal pembangunan proyek perumahan berasal dari dana internal.

Sementara itu, dari sisi konsumen, pembiayaan perbankan dengan fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama konsumen dalam pembelian properti residensial. Dengan nilai pangsa mencapai 75,65 persen dari total pembiayaan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement