Rabu 02 Feb 2022 12:29 WIB

Indeks Manufaktur RI Januari 2022 Naik ke Posisi 53,7

Permintaan barang produksi Indonesia meningkat.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Ilustrasi Manufaktur
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Manufaktur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Informasi dan Layanan Keuangan IHS Markit melansir Indeks Manufaktur Indonesia atau Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Januari 2022 tercatat di posisi 53,7. Angka itu naik dari 53,5 pada Desember 2021. 

Posisi tersebut mewakili perbaikan kondisi bisnis di seluruh sektor manufaktur Indonesia lima bulan berturut-turut. Dengan tingkat perbaikan merupakan yang paling kuat sejak November lalu. 

Baca Juga

Permintaan untuk barang buatan Indonesia naik pada kisaran tercepat dalam tiga bulan pada awal tahun. Hal itu sejalan dengan kondisi produksi yang lebih baik,  berkontribusi terhadap ekspansi tajam pada output manufaktur sehingga mendukung keseluruhan kenaikan penjualan.

Permintaan asing pun menguat, dengan pesanan ekspor baru yang meningkat pada kisaran tercepat dalam rekor pada Januari. Di tengah kenaikan permintaan baru, perusahaan merekrut staf tambahan untuk mengatasi pertumbuhan kebutuhan produksi. 

Economics Associate Director IHS Markit Jingyi Pan mengatakan, dari data terkini PMI Manufaktur Indonesia IHS Markit, kondisi pengoperasian di sektor manufaktur Indonesia membaik pada awal 2022. "Permintaan klien berekspansi pada kisaran lebih tajam, didukung catatan pertumbuhan permintaan baru dari luar negeri," jelasnya lewat siaran pers, Rabu (2/2/2022).

Sementara, kata dia, kenaikan tingkat ketenagakerjaan dan aktivitas pembelian juga terlihat. Ini sekaligus menggambarkan kondisi ekonomi yang lebih baik. 

“Waktu pengiriman dari pemasok tercatat jauh lebih baik, yang juga merupakan tanda positif. Penting untuk diamati jika kondisi terus membaik, karena tekanan harga masih tajam disebabkan permasalahan pasokan yang masih ada," tuturnya.

Ia menambahkan, kepercayaan bisnis berkurang pada Januari. Hanya saja, perusahaan masih bertahan positif terkait perkiraan 12 bulan produksi. "IHS Markit memperkirakan bahwa GDP Indonesia akan naik 4,9 persen pada 2022," kata Jingyi Pan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement