Senin 17 Jan 2022 19:35 WIB

Perpanjangan Insentif, Ini Respons Toyota Astra Motor

Insentif PPnBM dapat memulihkan pasar penjualan otomotif lebih jauh.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Toyota Astra Motor (TAM) (ilustrasi). PT Toyota Astra Motor (TAM) berharap, insentif PPnBM dapat mendukung pemulihan pasar otomotif.
Foto: Prayogi/Republika
Toyota Astra Motor (TAM) (ilustrasi). PT Toyota Astra Motor (TAM) berharap, insentif PPnBM dapat mendukung pemulihan pasar otomotif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo telah menyetujui perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah (PPnBM) bagi produk otomotif. PT Toyota Astra Motor (TAM) berharap, kebijakan tersebut dapat mendukung pemulihan pasar otomotif, khususnya bagi kelas entry atau Low Cost Green Car (LCGC).

"Saat ini model LCGC sebelum muncul peraturan insentif kami hitung berdasarkan pajak emisi 3 persen. Maka adanya insentif ini tentu akan berpengaruh ke harga OTR (On The Road) ya," ujar Vice President Director PT TAM Henry Tanoto kepada Republika, Senin (17/1/2022).

Baca Juga

Hanya saja, lanjut dia, jika dibandingkan tahun lalu, ketika PPnBM segmen LGCG juga 0 persen, maka dengan adanya insentif ini relatif ada di rentang harga mirip tahun lalu. "Kalau pun mungkin ada perbedaan, mungkin lebih ke penyesuaian di luar pajak seperti cost contohnya," tutur dia.

Satu hal yang pasti, sambung Hery, adanya insentif PPnBM dapat memulihkan pasar penjualan otomotif lebih jauh. Khususnya untuk kelas entry atau LCGC.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement