Jumat 12 Nov 2021 21:58 WIB

Menko Airlangga Ajak Investor Dubai Berinvestasi di KEK

KEK masih menjadi andalan pemerintah dalam mendistribusikan pertumbuhan ekonomi

Rep: iit septyaningsih/ Red: Hiru Muhammad
Sejumlah pekerja yang didatangkan dari Inggris menyelesaikan pengecatan kerb Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (28/10/2021). ITDC selaku BUMN pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika) dengan MGPA yang merupakan bagian dari ITDC Group terus melengkapi fasilitas Pertamina Mandalika International Street Circuit untuk menyambut gelaran MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) 2021 seri Indonesia yang akan berlangsung pada 19-21 November mendatang.
Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi
Sejumlah pekerja yang didatangkan dari Inggris menyelesaikan pengecatan kerb Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (28/10/2021). ITDC selaku BUMN pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK Mandalika) dengan MGPA yang merupakan bagian dari ITDC Group terus melengkapi fasilitas Pertamina Mandalika International Street Circuit untuk menyambut gelaran MOTUL FIM Superbike World Championship (WSBK) 2021 seri Indonesia yang akan berlangsung pada 19-21 November mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengajak para calon investor bergabung dengan para pelaku usaha lainnya yang telah merasakan kemudahan berinvestasi di Kawasa Ekonomi Khusus (KEK). Kebijakan penetapan KEK hingga kini masih menjadi andalan pemerintah dalam mendistribusikan pertumbuhan ekonomi secara merata di seluruh Indonesia.

KEK juga bertujuan meningkatkan nilai investasi di daerah, mengoptimalkan kegiatan industri termasuk aktivitas ekspor dan impor. Sekaligus mempercepat pembangunan dan pemerataan kesempatan kerja.

Baca Juga

Keberadaan KEK di Indonesia, kata dia, menawarkan berbagai fasilitas bagi penanaman modal, berupa insentif fiskal seperti tax holiday dan tax allowance, serta insentif nonfiskal seperti layanan one-stop services menggunakan Online Single Submission (OSS) untuk perijinan dan pendaftaran usaha, peraturan keimigrasian, ketenagakerjaan, dan pengelolaan lahan. Hingga 2021, telah ditetapkan 19 KEK di seluruh Indonesia, yang bergerak di sektor industri manufaktur, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

“Lebih dari itu, KEK secara otomatis akan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN). Maka akan masuk sebagai prioritas untuk dikembangkan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual di acara Forum Bisnis mengenai Kawasan Ekonomi Khusus yang digelar di Paviliun Indonesia Dubai Expo, melalui keterangan resmi, Jumat (12/11).

Bagi KEK yang berfokus pada industri manufaktur antara lain terdapat di Sei Mangkei, Gresik, Kendal, Palu, Arun Lhokseumawe, Galang Batang, Maloy Batuta Trans Kalimantan, Tanjung Api-Api, Bitung, dan Sorong. Sementara,bKEK pariwisata di antaranya yakni Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Morotai, Likupang, LIDO, dan Mandalika. Gelaran event olahraga berskala dunia yakni Indonesia First World Super Bike dan MotoGP juga akan diselenggarakan di KEK Mandalika. 

Seiring disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, KEK pun memperluas cakupan industrinya hingga ke skala industri tersier. Termasuk Nongsa dan Singhasari yang fokus pada industri digital dan pusat data terpadu, serta Batam Aero Technic yang bergerak pada sektor aeroplane maintenance, repair, and overhaul (MRO).

UU Cipta Kerja memang membawa Indonesia memasuki babak baru yang lebih baik, dalam kaitannya dengan upaya penciptaan lapangan kerja dan aktivitas penanaman modal. “Melalui KEK, Pemerintah pun berkomitmen membangun iklim investasi yang baik dan memastikan tiga faktor yakni certainty, clarity, and simplicity bagi para investor dan pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya di Indonesia,” kata Airlangga. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement