Kamis 28 Oct 2021 18:26 WIB

Kuartal III 2021, Indosat Cetak Laba Bersih Rp 5,80 Triliun

Dari sisi pendapatan, Indosat membukukan Rp 23.5 triliun.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Logo Indosat Ooredoo
Foto: seeklogo
Logo Indosat Ooredoo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Indosat Tbk mampu mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan pada kuartal ketiga 2021. Emiten telekomunikasi ini membukukan laba bersih sebesar Rp5,80 triliun atau meningkat sebesar Rp6,25 triliun dibandingkan rugi bersih pada kuartal ketiga tahun 2020. 

"Pertumbuhan laba bersih ini utamanya disebabkan oleh laba dari transaksi penjualan menara, peningkatan pendapatan yang sangat baik serta optimalisasi biaya yang dilakukan secara kontinu," kata Direktur dan Chief Financial Officer (CFO) Indosat, Eyas Naif Assaf, Kamis (28/10).

Baca Juga

Dari sisi pendapatan, perseroan membukukan peningkatan sebesar 12 persen menjadi Rp23,5 triliun dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya Rp20,59 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh kinerja yang kuat dari segmen selular dan segmen enterprise.

Layanan Selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap milik emiten bersandi saham ISAT ini masing-masing memberikan kontribusi sebesar 81,5 persen, 16,7 persen, dan 1,8 persen terhadap pendapatan usaha konsolidasian. Pendapatan Selular meningkat sebesar 10,3 persen terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan Data yang mengimbangi penurunan pendapatan Telepon, SMS, dan pendapatan Handset.

Pendapatan MIDI meningkat sebesar 21,4 persen disebabkan oleh peningkatan pendapatan dari layanan Konektivitas Tetap, Internet Tetap dan Jasa TI. Pendapatan Telekomunikasi Tetap meningkat sebesar 6,9 persen akibat kenaikan trafik incoming dan Pendapatan Jaringan tetap.

EBITDA meningkat menjadi sebesar Rp10,38 triliun atau naik sebesar 22,7 persen, yang merupakan kombinasi dari pertumbuhan top line dan optimalisasi biaya yang terukur, termasuk optimalisasi dalam kontrak-kontrak pemeliharaan jaringan dan kampanye pemasaran yang lebih efisien. EBITDA margin mencapai 45,1 persen pada sembilan bulan 2021. 

Di sisi lain, beban-beban pada kuartal ketiga tahun ini turun sebesar Rp3,85 triliun atau 20,5 persen menjadi Rp14,97 triliun. Penurunan ini utamanya diakibatkan oleh peningkatan dari Pendapatan Operasional Lain-lain dan penurunan dalam Beban karyawan dan Beban pemasaran, yang diimbangi oleh peningkatan dalam Beban Penyelenggaraan jasa, Beban penyusutan dan amortisasi, serta Beban umum dan administrasi.

Pengeluaran belanja modal pada kuartal ketiga 2021 sebesar Rp4,74 triliun, turun sebesar 20,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sekitar 88,5 persen dari pengeluaran modal ini dialokasikan untuk bisnis selular untuk mendukung permintaan layanan data dan sisanya dialokasikan pada pengeluaran modal untuk MIDI, infrastuktur dan TI.

Selain dari sisi kinerja keuangan, Direktur dan Chief Operating Officer (COO) Indosat Vikram Sinha mengatakan pertumbuhan juga terjadi dari sisi jumlah pelanggan. "Basis pelanggan selular per September 2021 tercatat sebesar 62,3 juta, meningkat sebesar 1,9 juta pelanggan dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020," kata Vikram. 

Pada 30 September 2021, Perusahaan telah mengoperasikan secara total 70 ribu BTS 4G, bertambah sebesar 10 ribu BTS 4G dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Selain itu, perseroan juga mengoperasikan sebanyak 33 BTS 5G.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement