Ahad 17 Oct 2021 08:43 WIB

OJK Fokus Dorong Penyaluran Kredit Pertanian

OJK punya target Rp 253 triliun untuk penyaluran KUR tahun ini,

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Teguh Firmansyah
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (keempat kanan) didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Arbonas Hutabarat (ketiga kanan) dan Bupati Minahasa Royke Octavian Roring memanen serai saat meninjau lokasi pembuatan minyak sereh di Desa Panasen, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Kamis (14/10/2021). Kehadiran program KUR OJK sebagai bentuk dukungan pembiayaan, pendampingan, pemasaran termasuk juga pengemasan produk hingga produk siap ekspor di sektor pertanian, terutama komoditas minyak nabati diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang sebelumnya telah mencapai 19,86 persen dari total PDRB  Sulawesi Utara.
Foto: ANTARA/Adwit B Pramono
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (keempat kanan) didampingi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut, Arbonas Hutabarat (ketiga kanan) dan Bupati Minahasa Royke Octavian Roring memanen serai saat meninjau lokasi pembuatan minyak sereh di Desa Panasen, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Kamis (14/10/2021). Kehadiran program KUR OJK sebagai bentuk dukungan pembiayaan, pendampingan, pemasaran termasuk juga pengemasan produk hingga produk siap ekspor di sektor pertanian, terutama komoditas minyak nabati diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor pertanian terhadap capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang sebelumnya telah mencapai 19,86 persen dari total PDRB Sulawesi Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengungkapkan, saat ini hanya sektor pertanian yang masih bisa berkembang untuk memulihkan aktivitas ekonomi nasional. Karena itu kata Wimboh, OJK akan memfokuskan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pembuatan klaster usaha pertanian.

"OJK sendiri punya target Rp 253 triliun untuk penyaluran KUR tahun ini," ujar Wimboh dalam Siaran Pers diterima Republika.co.id, Ahad (17/10).

Baca Juga

Menurut Wimboh, sektor pertanian memiliki potensi yang cukup besar, terutama yang terletak di daerah. Di sana ada ratusan, bahkan mungkin ribuan hektar lahan tidur yang subur, namun belum tergarap secara maksimal.

"Kalau itu semua bisa kita kerjasamakan dengan perusahaan yang punya teknologi dan pengetahuan untuk menjadikan produk-produk hilir yang siap ekspor, hasilnya akan luar biasa," katanya menambahkan.

 

Wimboh mengatakan, saat ini masih ada 190 klaster yang dapat dikembangkan dengan jumlah penerima KUR sebanyak 35.082 orang. Adapun klaster yang memungkinkan untuk dikembangkan secara cepat adalah klaster sektor pertanian, yang memiliki potensi membuka lapangan kerja secara luas.

"Klaster-klaster itu berbasis pada konsep hilirisasi dengan menyediakan pembeli (offtaker) hasil bumi agar para petani tidak takut untuk mengambil kredit. Di samping itu, petani juga akan dibina dalam hal metode penanaman serta pembibitan," katanya.

Sebagaimana data yang dirilis Kementerian Pertanian, per 20 September 2021 realisasi KUR Pertanian sudah mencapai Rp 56,3 triliun atau 80,48 persen dari total target Rp 70 triliun tahun ini.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) berharap semua stakeholder bekerja keras agar KUR Pertanian bisa terus diserap oleh para petani. Ia menilai, KUR menjadi penyelamat yang bisa menggerakkan roda ekonomi dasar masyarakat untuk kembali bergerak saat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

"KUR adalah kebijakan pemerintah. KUR itu dana bank dengan bunga yang disubsidi pemerintah. Gunakan KUR karena dia adalah fasilitas negara. Kemudian kami juga fokus pada sistem klaster, di mana ada klaster tanaman pangan, padi, jagung dan lainnya. Dengan KUR kita akan memiliki keuntungan yang berlipat," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement