Selasa 05 Oct 2021 22:26 WIB

DBS Salurkan Pembiayaan Rp 1 T untuk Nasabah Kredivo

DBS berharap mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan meningkatkan inklusi keuangan

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
DBS. Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) mengumumkan pendanaan joint financing sebesar Rp 1 triliun yang akan disalurkan untuk nasabah Kredivo.
DBS. Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) mengumumkan pendanaan joint financing sebesar Rp 1 triliun yang akan disalurkan untuk nasabah Kredivo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) mengumumkan pendanaan joint financing sebesar Rp 1 triliun yang akan disalurkan untuk nasabah Kredivo. Kerja sama ini disebut sebagai komitmen DBS Indonesia untuk mengadopsi open banking.

Di sisi lain, kerja sama ini juga merupakan wujud komitmen Kredivo untuk memperluas akses kredit serta meningkatkan layanan. Hal itu guna memenuhi target untuk dapat melayani puluhan juta pengguna dalam beberapa tahun ke depan. 

Baca Juga

"Dengan ekspansi terhadap limit skema kerja sama dari Rp 500 miliar menjadi Rp 1 triliun kami berharap mampu menjangkau masyarakat lebih luas dan meningkatkan inklusi keuangan," kata Consumer Banking Director DBS Indonesia Rudy Tandjung dalam siaran pers, Selasa (5/10). 

Rudy mengatakan, kerja sama antara DBS Indonesia dan Kredivo dapat menjadi solusi pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan bagi nasabah, dengan fasilitas kredit yang mudah, cepat, dan terjangkau. Kerja sama ini juga menjadi cara bagi kedua belah pihak untuk menyediakan produk dan layanan keuangan yang inovatif dan lebih efisien.

DBS Indonesia melihat Kredivo memiliki pertumbuhan bisnis yang pesat di Indonesia. Selain didukung oleh performa bisnis yang kuat selama 12 bulan terakhir, rencana FinAccel, perusahaan induk Kredivo, juga akan go public di Amerika Serikat (AS) melalui special purpose acquisition company (SPAC) bersama Victory Park Capital (VPC). 

"Hal ini menunjukkan komitmen Kredivo untuk terus mengembangkan bisnisnya di Indonesia," ujar Rudy.

CEO Kredivo Indonesia, Umang Rustagi, mengatakan, fasilitas joint financing yang didapatkan ini akan mempercepat pertumbuhan dan memperluas layanan serta akses kredit kepada jutaan nasabah baru di seluruh Indonesia. Selain itu, kerja sama ini merupakan bukti kepercayaan terhadap fintech dan salah satu bentuk sinergi yang nyata antara fintech dan perbankan. 

"Lebih jauh, fasilitas kredit ini juga menjadi angin segar dan juga bukti bahwa ekonomi Indonesia terus membaik di masa pandemi ini. Kami merasa terhormat dan sangat bersemangat dapat bekerja sama dengan bank terdepan yang memanfaatkan teknologi digital dan salah satu bank terbaik di dunia," kata Umang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement