Senin 23 Aug 2021 20:36 WIB

Robot Industri China Tawarkan Harga Lebih Murah

Produsen robot industri China meningkatkan kapasitas untuk menyasar pasar domestik.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi
Robot industri (ilustrasi). Robot industri China mulai bersaing di pasar dengan harga yang 30 persen lebih murah.
Robot industri (ilustrasi). Robot industri China mulai bersaing di pasar dengan harga yang 30 persen lebih murah.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Robot industri China mulai bersaing di pasar dengan harga yang 30 persen lebih murah dibandingkan buatan Jepang dan Eropa. Meski demikian, robot-robot ini masih memiliki beberapa hal yang harus ditingkatkan dalam hal teknologi.

Pelaku industri mengatakan pabrik-pabrik China lebih memilih robot buatan luar negeri karena gerakannya lebih akurat dan lebih tahan lama. Mereka mengakui ada kesenjangan teknologi dalam deselerator dan bagian inti serta perangkat lunak lainnya.

Baca Juga

Sebuah perusahaan riset, MIR, menyebut, pemain Jepang dan Eropa adalah pemimpin yang menempati sembilan dari 10 besar posisi. Termasuk Fanuc, ABB, Yaskawa Electric, dan Kuka Jerman yang mengambil mayoritas pasar China. Namun, robot berperforma tinggi dari pemain asing ini mahal sehingga hanya sejumlah kecil perusahaan yang mampu membelinya.

China sendiri menempati peringkat ke-15 dalam tingkat kepadatan robot dengan 187 unit. Ini diukur dari jumlah robot yang digunakan per 10 ribu pekerja. Nilai ini jauh di belakang posisi teratas Singapura yakni 918 dan peringkat dua Korea Selatan yakni 868.

Banyak produsen menengah di China tidak dapat memanfaatkan sumber daya robot, dan di sinilah pembuat robot domestik melihat peluang mereka. "Robot industri jadi lebih umum berkat munculnya produsen China, yang menawarkan dengan harga sekitar 30 persen lebih rendah dari perusahaan asing," kata seorang analis MIR seperti dilansir Nikkei Asia, Senin (23/8).

Karena robot buatan China ini menawarkan teknologi yang ditingkatkan melalui akuisisi di luar negeri, mereka menjadi alternatif yang menarik untuk mesin buatan luar negeri bagi banyak produsen menengah. Meningkatkan jajaran perusahaan yang mempekerjakan robot industri juga kemungkinan akan membantu meningkatkan tingkat keseluruhan manufaktur China.

Tetapi, memenangkan pangsa pasar tidak akan mudah karena saingan asing juga meningkatkan investasi. ABB membuka pabrik baru di Shanghai pada 2022, dan Fanuc meningkatkan fasilitasnya di kota yang sama pada 2023. Yaskawa sedang dibangun membangun fasilitas untuk memproduksi suku cadang inti di dekat pabrik robot yang ada di Jiangsu untuk mempersingkat waktu tunggu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement