REPUBLIKA.CO.ID, Uni Eropa bersiap secara bertahap menghapus penggunaan peralatan buatan China dalam infrastruktur penting. Hal tersebut dilaporkan Financial Times pada Sabtu (17/1/2026) dengan mengutip para pejabat terkait.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, penggunaan peralatan buatan perusahaan China, termasuk Huawei dan ZTE, dalam jaringan telekomunikasi Uni Eropa, energi surya, serta perangkat pengujian sistem keamanan akan dilarang, menurut laporan itu.
Berdasarkan proposal atau usulan yang diperkirakan akan diajukan Uni Eropa pada 20 Januari, ketentuan yang saat ini masih bersifat sukarela terkait penolakan penggunaan peralatan perusahaan China dapat menjadi kewajiban bagi seluruh negara anggota Uni Eropa, lapor Financial Times.
Laporan tersebut menambahkan, tenggat waktu spesifik akan bergantung pada risiko yang diduga ditimbulkan oleh masing-masing perusahaan, sebagaimana dinilai oleh Uni Eropa.
Sementara itu, perwakilan industri yang terdampak kebijakan tersebut menyatakan kepada surat kabar bahwa hingga kini belum tersedia alternatif yang dapat diandalkan untuk menggantikan produk asal China.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Uni Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok luar negeri, termasuk China dan Amerika Serikat.