Sabtu 12 Jun 2021 23:24 WIB

Sandiaga Uno Upayakan Kuta Masuk Perluasan Zona Hijau

Perluasan zona hijau Covid-19 nantinya dapat dikunjungi oleh wisatawan mancanegara

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) memilih produk kerajinan yang dijual saat pameran Industri Kecil Menengah (IKM) dalam rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-43 di Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Sabtu (12/6/2021). Pameran IKM yang diikuti puluhan pelaku IKM dari berbagai daerah di Bali tersebut diselenggarakan untuk membantu perekonomian pelaku IKM yang terdampak pandemi COVID-19 dan mempromosikan berbagai produk unggulan khas Bali seperti kain tenun, perak, anyaman serta olahan pangan.
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno (kanan) memilih produk kerajinan yang dijual saat pameran Industri Kecil Menengah (IKM) dalam rangkaian kegiatan Pesta Kesenian Bali ke-43 di Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Sabtu (12/6/2021). Pameran IKM yang diikuti puluhan pelaku IKM dari berbagai daerah di Bali tersebut diselenggarakan untuk membantu perekonomian pelaku IKM yang terdampak pandemi COVID-19 dan mempromosikan berbagai produk unggulan khas Bali seperti kain tenun, perak, anyaman serta olahan pangan.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Unomengupayakan wilayah Kecamatan Kuta di Kabupaten Badung, Bali, dapat masuk ke dalam perluasan zona hijau Covid-19 yang nantinya dapat dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.

"Harapannya adalah Kuta diikutsertakan dalam tahapan perluasan zona untuk bisa dikunjungi oleh wisatawan mancanegara. Karena bandara terletak di Kuta, khususnya di Desa Adat Tuban. Ini menjadi prioritas kami, tentunya akan mengacu kepada pada pra-kondisi situasi COVID-19 terkini," ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan pertemuan dengan tokoh adat dan masyarakat Kecamatan Kuta di Badung, Sabtu (12/6).

Sandiaga Uno mengatakan, pihaknya juga berupaya membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan sektor ekonomi bagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19 di wilayah yang merupakan salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata itu.

"Saya mendengar masukan yang kami amat terenyuh mendengar masyarakat khususnya di Kecamatan Kuta, karena hampir lebih dari 1,5 tahun paling terdampak," katanya.

Berbeda dengan daerah lain, menurutnya masyarakat di kawasan Kuta, Bali, tidak memiliki lahan pertanian sehingga masyarakat setempat sangat dalam kondisi tertekan. Ia menegaskan, kondisi pariwisata dan ekonomi yang lesu di Kecamatan Kuta tersebut menjadi prioritas penanganan oleh Kemenparekraf dan berkomitmen untuk meningkatkan lapangan pekerjaan di Kecamatan Kuta.

"Banyak lapangan pekerjaan di sini, kita harus selamatkan lapangan pekerjaan pekerjaan dan mata pencaharian khususnya untuk masyarakat Kecamatan Kuta," ujarnya.

"Kami berkoordinasi dengan Pak Camat, tokoh adat tokoh agama, agar program pemerintah tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu bisa dilaksanakan khususnya untuk masyarakat di Kuta yang sangat membutuhkan sekarang," ungkap Menparekraf Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno menambahkan, terkait proses pembukaan Bali bagi wisatawan mancanegara, dan tahapan serta prakondisinya, harapannya segera dapat direalisasikan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement