Senin 03 May 2021 12:59 WIB

BPS: Inflasi April Naik Jadi 0,13 Persen

Komoditas yang menyumbang inflasi adalah daging ayam ras, minyak goreng, dan buah.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Pedagang sayuran menunggu calon pembeli di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (1/3). Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan laju inflasi pada April 2021 sebesar 0,13 persen.
Foto: SIGID KURNIAWAN/ANTARA
Pedagang sayuran menunggu calon pembeli di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (1/3). Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan laju inflasi pada April 2021 sebesar 0,13 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, laju inflasi pada April 2021 sebesar 0,13 persen. Angka inflasi tersebut mengalami kenaikan dari posisi Maret 2021 ataupun April 2020 yang masing-masing sebesar 0,08 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menjelaskan, dengan angka inflasi tersebut, angka inflasi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 1,42 persen adapun inflasi tahun kalender (year to date/ytd) mencapai 0,58 persen.

Baca Juga

"Komoditas yang menyumbang inflasi adalah daging ayam ras dengan andil 0,06 persen, ada juga komoditas lain, seperti minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, buah jeruk, anggur, pepaya, emas perhiasan, rokok keretek, ikan, serta ayam sear yang memberi andil inflasi 0,01 persen," kata Setianto dalam konferensi pers, Senin (3/5).

Setianto memaparkan, dari 90 kota indeks harga konsumen (IHK), sebanyak 72 kota mengalami inflasi. Sisanya, sebanyak 318 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kotamobagu sebesar 1,31 persen. Tingginya inflasi itu disebabkan oleh komoditas ikan cakalang dan cabai rawit.

Adapun deflasi tertinggi terdapat di Jayapura sebesar minus 1,26 persen. Komoditas yang memicu deflasi, yakni ikan ekor kuning, ikan cakalang, dan kangkung.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, ditinjau dari kelompok pengeluaran, kelompok yang memberikan andil terbesar yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,05 persen. Kelompok tersebut pada bulan lalu mengalami inflasi 0,20 persen.

"Komoditas yang memberikan andil inflasi pada kelompok ini, yakni daging ayam ras yang memberi andil 0,06 persen, serta ada juga komoditas minyak goreng, dan anggur," katanya. 

Baca juga : Kemenkeu Catat Pemda Hemat Rp 10,2 T dari Aset Negara

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement