Senin 01 Mar 2021 15:26 WIB

Awal Tahun, Harga Beras di Penggilingan Turun

Penurunan terjadi baik secara bulanan maupun bulan yang sama tahun lalu.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Pekerja menata karung berisi gabah di pabrik padi, di kawasan lumbung pangan nasional di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Selasa (2/2). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan harga beras kualitas medium dan premium di tingkat penggilingan pada Februari 2021.
Foto: Antara/Makna Zaezar
Pekerja menata karung berisi gabah di pabrik padi, di kawasan lumbung pangan nasional di Desa Belanti Siam, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Selasa (2/2). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan harga beras kualitas medium dan premium di tingkat penggilingan pada Februari 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan harga beras kualitas medium dan premium di tingkat penggilingan pada Februari 2021. Penurunan terjadi baik secara bulanan maupun bulan yang sama tahun lalu.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan, harga beras secara bulanan (month to month/mtm) untuk kualitas medium sebesar Rp 9.386 per kg. Harga itu turun 0,2 persen dari Januari 2021 juga turun 4,65 persen dari Februari 2020.

Baca Juga

Sementara itu, untuk beras kualitas premium secara rata-rata sebesar Rp 9.772 per kg, turun 0,08 persen dari bulan sebelumnya dan juga turun 3,06 persen dibanding Februari tahun lalu.

"Jadi, penurunan harga beras ini tidak terjadi pada premium tapi juga medium. Bisa disimpulkan harga beras stabil dan kita harap tetap stabil di 2021," kata Suhariyanto dalam konferensi pers, Senin (1/3).

 

Penurunan harga beras tidak terlepas dari dampak penurunan harga gabah kering panen. BPS mencatat, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada Februari 2021 sebesar Rp 4.758 per kg atau turun 3,31 persen dari bulan sebelumnya. Adapun harga GKP di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.863 per kg, atau turun 3,24 persen.

"Karena curah hujan tinggi terjadi penurnan kualitas gabah, karena kadar air meningkat menjadi 19 persen. Adanya penurnan kualitas gabah menyebabkan GKP alami penurnan lalu pasokan sudah mulai banyak dan adaya penurnan kualitas gabah menyebabkan GKP alami penurnan," kata dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement