Kamis 31 Dec 2020 10:39 WIB

Akhir 2020, Bank Mandiri Prediksi Kredit Minus 1 Persen

Ketidakpastian karena pandemi mengakibatkan pelemahan permintaan kredit.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memprediksi pertumbuhan kredit industri perbankan mengalami kontraksi minus satu pada akhir tahun ini. Proyeksi tersebut karena sampai Oktober 2020 penyaluran kredit perbankan nasional masih terkoreksi minus 0,5 persen (yoy) menjadi Rp 5.480,3 triliun.
Foto: istimewa
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memprediksi pertumbuhan kredit industri perbankan mengalami kontraksi minus satu pada akhir tahun ini. Proyeksi tersebut karena sampai Oktober 2020 penyaluran kredit perbankan nasional masih terkoreksi minus 0,5 persen (yoy) menjadi Rp 5.480,3 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memprediksi pertumbuhan kredit industri perbankan mengalami kontraksi minus satu pada akhir tahun ini. Proyeksi tersebut karena sampai Oktober 2020 penyaluran kredit perbankan nasional masih terkoreksi minus 0,5 persen (yoy) menjadi Rp 5.480,3 triliun. 

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan sepanjang tahun lalu penyaluran kredit industri perbankan masih bisa mencatatkan pertumbuhan positif 6,1 persen (yoy). Namun, pada tahun ini sulit untuk bisa tumbuh positif akibat pandemi Covid-19. 

"Ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 yang mengakibatkan pelemahan pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya berdampak pada pelemahan permintaan kredit dan penurunan kualitas kredit," ujarnya dalam risetnya, Kamis (31/12).

Menurutnya penyaluran kredit ke sektor-sektor utama seperti perdagangan, pengolahan, dan pertanian masih menurun. Adapun pertumbuhan kredit negatif pada Oktober meneruskan tren pelemahan sejak Maret 2020 yang sempat tumbuh 7,95 persen (yoy). 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement