Rabu 02 Dec 2020 13:59 WIB

Libur Natal Tahun Baru, Pelni Siapkan 26 Kapal

Pelni juga menyiapkan penjualan tiket secara daring.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memastikan sudah menyiapkan operasionalnya untuk angkutan periode Natal dan Tahun Baru 2020/2021. Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro memastikan kapal untuk trayek nusantara sudah disiapkan.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memastikan sudah menyiapkan operasionalnya untuk angkutan periode Natal dan Tahun Baru 2020/2021. Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro memastikan kapal untuk trayek nusantara sudah disiapkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memastikan sudah menyiapkan operasionalnya untuk angkutan periode Natal dan Tahun Baru 2020/2021. Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro memastikan kapal untuk trayek nusantara sudah disiapkan.

“Kami Mempersiapkan 26 armada trayek nusantara dan 45 trayek kapal perintis untuk memberikan pelayanan kepada penumpang ke daerah terpencil, tertinggal, terdepan, dan perbatasan (3TP),” kata Yahya kepada Republika.co.id, Rabu (2/12).

Selain armada, Yahya memastikan Pelni juga menyiapkan penjualan tiket secara daring. Begitupun juga dengan kesiapan seluruh kru kapal untuk mengantisipasi masa peak season yang diperkirakan dimulai pada 11 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Yahya menegaskan, seluruh 26 kapal penumpang dan 45 trayek perintis saat ini sudah siap beroperasi. “Kapal ini siap operasi untuk mengantarkan penumpang dengan kondisi kapal yang laik laut karena sudah melaksanakan docking secara rutin serta penerapan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Yahya.

Sementara itu, Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga akan mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode angkutan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) yang akan dimulai sejak 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo memastikan sudah menyiapkan kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Kemenhub akan mempersiapkan armada sebanyak 1.293 kapal dengan kapasitas angkut 3,4 juta penumpang,” kata Agus.

Agus memastikan, Kemenhub juga melakukan uji kelaikan kapal menjelang pelaksanaan angkutan Nataru 2020. Agus mengatakan uji kelaikan kapal penumpang dilakukan di 51 pelabuhan yang diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang.

Dia menambahkan, Ditjen Perhubungan Laut sudah meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk segera melakukan uji kelaiklautan kapal penumpang sesuai dengan wilayah kerjanya masing-masing. Uji kelaikan kapal dilakukan sejak 16 November hingga 14 Desember 2020.

“Uji kelaiklautan kapal semua penumpang ini bertujuan untuk menjamin dan meningkatkan kelancaran, keselamatan, keamanan dan kenyamanan transportasi laut pada masa angkutan Natal tahun 2020 dan Tahun Baru 2021,” ungkap Agus.

Agus menuturkan, apabila dalam pemeriksaan kelaikan kapal penumpang ditemukan ketidaksesuaian major maka harus dipenuhi perbaikannya paling lambat hingga 22 Desember 2020. Dia menegaskan, jika pada tanggal yang ditentukan kesesuaian belum dipenuhi maka kapal tidak boleh beroperasi hingga terpenuhinya kesesuaian yang ditentukan.

“Selain itu semua UPT harus melakukan monitoring secara terus menerus terhadap kapal-kapal penumpang sampai dengan batas akhir posko angkutan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021,” ujar Agus.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement