Ahad 29 Nov 2020 07:47 WIB

Proyek SP Bambu Besar dan SKG Betung Rampung Cepat

Kedua proyek menambah produksi minyak 2.738 bopd dan gas 15,52 MMscfd.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
PT Pertamina (Persero) memastikan investasi di proyek strategis tetap berjalan (ilustrasi). Anak usaha Pertamina, PT Pertamina EP, berhasil menyelesaikan SP Bambu Besar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan SKG Betung di Kabupaten Banyu Asin, Sumatra Selatan lebih cepat dari target.
Foto: Pertamina
PT Pertamina (Persero) memastikan investasi di proyek strategis tetap berjalan (ilustrasi). Anak usaha Pertamina, PT Pertamina EP, berhasil menyelesaikan SP Bambu Besar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan SKG Betung di Kabupaten Banyu Asin, Sumatra Selatan lebih cepat dari target.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina EP selaku Kontraktor Kontrak Kerja sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas berhasil menyelesaikan SP Bambu Besar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat dan SKG Betung di Kabupaten Banyu Asin, Sumatra Selatan lebih cepat dari target. Kedua proyek tersebut dapat menambah produksi minyak sebesar 2.738 barel minyak per hari (bopd) dan gas sebesar 15,52 MMscfd.

Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Luky A Yusgiantoro mengapresiasi kinerja PT Pertamina EP dalam merealisasi SP Bambu Besar lebih cepat dari target. Sehingga pada 2020 ini sudah berhasil mendapatkan tambahan produksi.

Baca Juga

"Dalam kondisi pandemi Covid-19 dan harga minyak yang rendah, capaian ini sangat luar biasa. Karena untuk mencapainya, dibutuhkan usaha tambahan di lapangan," kata Luky, Sabtu (28/11).

Proyek SP Bambu Besar berkonstribusi menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 2738 bopd dan gas 5.52 MMscfd. Sementara SKG Betung dapat menjaga produksi gas sebesar 10 MMscfd.

 

Direktur Pengembangan dan Operasi PT Pertamina Hulu Energi, selaku Sub Holding Upstream, Taufik Adityawarman menyampaikan, komitmen Pertamina EP penyelesaian proyek-proyek dengan berbagai tantangan di tengah pandemi Covid-19.

"Kami sangat mendukung optimalisasi atas aset-aset idle yang dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sehingga terjadi efisiensi dan dapat direplikasi di tempat lain," kata Taufik.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement