Kamis 26 Nov 2020 16:24 WIB

Lima Tahun Mendatang, Pertamina Katrol Pembangkit EBT

Optimalisasi tak cuma geotermal, tapi juga sumber energi terbarukan lain.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Pekerja melakukan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (ilustrasi). PT Pertamina (Persero) berkomitmen meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi.
Foto: Antara/Adeng Bustomi
Pekerja melakukan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) di Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (ilustrasi). PT Pertamina (Persero) berkomitmen meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) berkomitmen meningkatkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi. Dalam lima tahun mendatang, Pertamina mentargetkan kapasitas pembangkit EBT bisa mencapai 4,4 GW.

Chief Executive Officer Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina Heru Setiawan menjelaskan, peningkatan kapasitas pembangkit itu tidak hanya berasal dari pembangkit panas bumi, tapi juga dari pembangkit energi terbarukan lainnya.

Baca Juga

"Target Pertamina ini pembangkitan 861 MW dan lima tahun ke depan jadi 4,4 GW selain dari geotermal, juga dari bisnis yang lain," ujar Heru, Kamis (26/11).

Khusus untuk panas bumi, Pertamina mentargetkan pada tahun depan kapasitas bisa naik menjadi 1,4 GW. Saat ini wilayah kerja yang dikelola langsung berkapasitas 672 MW.

Wilayah kerja tersebut terdiri atas PLTP Kamojang di Jawa Barat sebesar 235 MW, Lahendong di Sulawesi Utara 120 MW, Ulubelu di Lampung 220 MW, Sibayak di Sumatra Utara 12 MW, Karaha di Jawa Barat 30 MW, dan Lumut Balai di Sumatra Selatan 55 MW. Sementara itu, PGE mengelola tiga lapangan eksplorasi yaitu Bukit Daun, Gunung Lawu, dan Seulawah.

"Target kami semua, peningkatan EBT bisa memenuhi 23 persen pada 2025. Ini akan terus kami tingkatkan dari sisi ekosistem, bahan baku, dan koordinasi dengan PLN," ungkap Heru.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement