Senin 05 Oct 2020 18:24 WIB

IHSG Ditutup Menguat di Awal Pekan

Penguatan IHSG didorong oleh pergerakan sektor industri konsumsi dan keuangan.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona positif pada perdagangan Senin (5/10). Pasar saham domestik menguat 32 poin atau naik 0,65 persen menjad 4.958,76. 
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona positif pada perdagangan Senin (5/10). Pasar saham domestik menguat 32 poin atau naik 0,65 persen menjad 4.958,76. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona positif pada perdagangan Senin (5/10). Pasar saham domestik menguat 32 poin atau naik 0,65 persen menjad 4.958,76. 

Penguatan IHSG didorong oleh pergerakan sektor industri konsumsi, keuangan serta industri dasar yang cukup mendominasi pada hari ini. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp35,2 miliar. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, melihat pasar saham Asia kali ini bergerak terbatas termasuk di Indonesia.

"Pergerakan IHSG cukup terbatas seiringan menjelang rilis data dari indeks kepercayaan konsumen yang rencananya akan dikeluarkan pada hari Selasa," kata Nico dalam risetnya, Senin (5/10).

 

Menurut Nico, penurunan yang cukup signifikan sejak awal 2020 memberikan tekanan yang juga cukup besar pada perekonomian dalam negeri. Indeks kepercayaan konsumen di Indonesia saat ini berada pada angka terendah dalam 10 tahun. 

Berdasarkan konsensus yang dihimpun oleh tradingeconomics, indeks kepercayaan konsumen untuk September diproyeksikan lebih rendah disbanding bulan Agustus. 

"Tentunya hal tersebut dapat menjadi sebuah leading indicator dimana jika nanti datanya dapat lebih baik hal tersebut mencerminkan kondisi dari daya beli serta kemampuan dari konsumsi masyarakat," tutur Nico.

Sementara itu, sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak menguat. Saham-saham yang mendominasi penguatan diantaranya HMSP, GGRM, CTRA, ERAA, BMRI. Sedangkan saham-saham yang medominasi penurunan UNTR, ADRO, TBIG, TLKM, PTBA.

Sepanjang jam perdagangan hari ini, saham yang mengalami kenaikan terbesar diantaranya JAST, KPAS, LINK, KIJA, PAMG. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan terbesar diantaranya PURE, FIRE, DEAL, KBAG, SQMI.

Mengacu pada historis perdagangan saham dalam satu pekan terakhir. Nico melihat adanya peluang penurunan pada sektor pertambangan, perkebunan, aneka industri dalam jangka pendek. "Sehingga langkah wait and see dalam menunggu indikasi perbubahan arah dapat menjadi sebuah opsi saat ini," tutup Nico.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement