Kamis 17 Sep 2020 13:19 WIB

Langkah OJK Minimalisasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi

Ketergantungan penggunaan teknologi dan sistem digital semakin meningkat.

Rep: Retno Wulandhari / Red: Friska Yolandha
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan pemerintah terus menyusun strategi dalam menghadapi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. OJK melihat tantangan utama dalam situasi saat ini adalah bagaimana menangani pandemi secara edektif.
Foto: dok. Republika
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan pemerintah terus menyusun strategi dalam menghadapi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. OJK melihat tantangan utama dalam situasi saat ini adalah bagaimana menangani pandemi secara edektif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan pemerintah terus menyusun strategi dalam menghadapi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19. OJK melihat tantangan utama dalam situasi saat ini adalah bagaimana menangani pandemi secara efektif.

Menurut Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nurhaida, penanganan pandemi secara efektif akan bisa membuat aktivitas ekonomi terbuka kembali secara perlahan. "Dengan demikian, dampak ekonomi pun bisa diminimalisir," kata Nurhaida di Jakarta, Kamis (17/9). 

Baca Juga

Nurhaida mengatakan, tantangan lainnya yang juga dihadapi pemerintah di masa pandemi ini, yaitu bagaimana memacu permintaan barang dan jasa. Meskipun likuiditas bank saat ini cukup baik, pertumbuhan penyaluran kredit sangat rendah karena tidak adanya permintaan. 

Di sisi lain, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan perubahan pelaku konsumen dan aktivitas bisnis. Selama pandemi, ketergantungan penggunaan teknologi dan sistem digital semakin meningkat. Namun, digitalisasi masih belum merata di semua sektor.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Nurhaida mengatakan, OJK dan pemerintah mencoba mencari tahu apa yang sedang dibutuhkan pasar. Setelah mengetahui kebutuhan pasar, OJK dan pemerintah siap mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk mencegah kerusakan ekonomi yang lebih buruk.

Dari sisi fiskal, OJK dan pemerintah akan meminimalisasi dampak ekonomi dengan pemberian berbagai bantuan sosial, insentif serta mengakselerasi pengeluaran pemerintah. Menurut Nurhaida, ini akan menjadi katalis untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Selain itu, lanjut Nurhaida, OJK dan pemerintah tidak hanya fokus pada upaya pemulihan tetapi juga terhadap tranformasi struktur ekonomi dan finansial melalui transformasi digital secara masif. Ini harus dilakukan di semua sektor ekonomi," tutupnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement