Jumat 11 Sep 2020 20:00 WIB

Sukuk Ritel Sangat Diminati Meski di Tengah Pandemi

Pemerintah telah meluncurkan dua sukuk seri Sukuk Ritel pada tahun ini.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya
Sukuk Ritel (ilustrasi)
Foto: Antara
Sukuk Ritel (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa pandemi tidak menyurutkan minat masyarakat untuk berinvestasi. Seksi Hubungan Kelembagaan dan Edukasi Publik DJPPR Kementerian Keuangan, Asti Mashita menyampaikan penerbitan sukuk ritel sepanjang 2020 ini terus melebihi target.

"Kita juga tidak menyangka, di masa pandemi ini semula proyeksi masyarakat akan simpan uang tunainya, tapi ternyata tidak," katanya dalam Webinar Cerdas Finansial di Era New Normal yang digelar Bank Muamalat, Jumat (11/9).

Pemerintah telah meluncurkan dua sukuk seri Sukuk Ritel pada tahun ini yang biasanya hanya satu kali. Pada seri SR013 yang diluncurkan Agustus 2020, pemerintah menargetkan Rp 5 triliun. Pada awal September 2020, penjualan SR013 sudah melebihi 50 persen dari target tersebut.

Sebelumnya, pemerintah menetapkan hasil penjualan sukuk ritel seri SR012 pada Maret lalu sebesar Rp 12,14 triliun dari target awal Rp 5 triliun. Jumlah jangkauan investor di seluruh Indonesia mencapai 23.952 investor.

Asti mengatakan penawaran sukuk ritel yang secara online memudahkan masyarakat untuk lebih memilih instrumen investasi. Dengan adanya pandemi, aktivitas seperti hiburan, pariwisata, dan konsumtif lainnya terhambat sehingga alokasi dananya bisa dialihkan ke investasi.

Head of Wealth Management, E-Bussiness, and Priority Segmentation Bank Muamalat, Wang Wardhana menambahkan, tren penjualan sukuk di Bank Muamalat juga mengalami peningkatan minat, terutama di kalangan nasabah prioritas. Ini terjadi karena fitur Sukuk Ritel menarik untuk masuk dalam portofolio investasi individu.

Ia berharap sukuk ritel ini bisa terus dicari masyarakat karena akan berpengaruh juga pada perluasan basis investor domestik. Per Juli 2020, porsi kepemilikan asing di surat berharga negara (SBN) menyusut menjadi Rp 941,94 triliun. Padahal, awal tahun ini, porsi kepemilikan asing di SBN mencapai Rp 1.077,05 triliun.

"Ini saatnya investor domestik untuk meningkatkan portofolio di pasar keuangan nasional," katanya.

Wang mengatakan masyarakat yang ingin membeli SR013 bisa melalui Internet Banking Muamalat. Semua prosesnya mudah dilakukan tanpa harus keluar rumah. Proses penawaran SR013 masih berlangsung hingga 22 September 2020 mendatang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement