Sabtu 01 Aug 2020 16:36 WIB

Pertamina Tambah 149.160 Tabung Elpiji Subsidi di Kalbar

Diharapkan penggunaan elpiji subsidi ini benar-benar bagi mereka yang berhak

Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan kembali melakukan penambahan stok elpiji subsidi sebanyak 149.160 tabung yang disalurkan secara bertahap mulai dari 30 Juli hingga 5 Agustus 2020.
Foto: Antara/Basri Marzuki
Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan kembali melakukan penambahan stok elpiji subsidi sebanyak 149.160 tabung yang disalurkan secara bertahap mulai dari 30 Juli hingga 5 Agustus 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Pertamina Marketing Operation Region VI Kalimantan kembali melakukan penambahan stok elpiji subsidi sebanyak 149.160 tabung yang disalurkan secara bertahap mulai dari 30 Juli hingga 5 Agustus 2020. Ini dilakukan seiring kenaikan permintaan menjelang dan sesudah Idul Adha.

"Penambahan cadangan stok elpiji tiga kilogram atau subsidi ini mengacu pada rata-rata konsumsi harian bulan Juli 2020 meningkat sebanyak 5,7 persen atau 133.966 tabung/hari dari rata-rata konsumsi harian 126.769 tabung/hari," kata Region Manager Communication Relation and CSR Kalimantan, Roberth MV Dumatubun dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8).

Baca Juga

Dia menjelaskan, pada bulan Agustus, 2020 diprediksi pemakaian elpiji tabung tiga kilogram di Kalbar meningkat sebanyak 3,6 persen dari rata-rata harian normal atau sebanyak 127.025 tabung per hari menjadi 131.574 tabung per hari.

"Pertamina tentu berkomitmen untuk dapat memenuhi kebutuhan akan elpiji subsidi di tengah masyarakat, namun hal ini harus didukung juga oleh masyarakat. Kami berharap penggunaan elpiji subsidi ini benar-benar bagi mereka yang berhak, sementara bagi mereka yang mampu, segeralah beralih ke elpiji nonsubsidi, yaitu produk Bright Gas dengan varian 220 gram, kemudian 5,5 kilogram, dan atau elpiji tabung 12 kilogram," ujarnya.

Pertamina menyalurkan elpiji subsidi melalui lembaga penyalur resmi, yaitu pangkalan-pangkalan. "Untuk mencegah adanya masyarakat yang membeli tidak sesuai peruntukannya apalagi cenderung ke panic buying, Pertamina telah melakukan sistem pembelian satu tabung per KK (Kepala Keluarga)," katanya.

Lebih lanjut Roberth menambahkan, untuk mencegah adanya penjualan elpiji subsidi di atas HET (harga eceran tertinggi) di tingkat pengecer, dia mengimbau agar membeli elpiji di pangkalan resmi, di mana di Kalbar pangkalan PSO sebanyak 3.110 pangkalan.

Dia menambahkan, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam pengawasan distribusi elpiji dan meningkatkan pelayanan dari Pertamina dengan melaporkan ke Call Centre 135 dan ke email [email protected].

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement