Senin 18 May 2026 13:30 WIB

Survei Ungkap Persepsi Publik soal Pasokan Energi Pertamina, Ini Hasilnya

Stabilitas pasokan energi menjadi faktor utama pembentuk penilaian publik.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Satria K Yudha
Pengendara motor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite secara mandiri di SPBU Coco di  Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (11/3/2026). Pemerintah Kota Pontianak bersama PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pontianak dalam kondisi aman serta mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan, sementara TNI/Polri menegaskan untuk memperketat pengawasan distribusi guna mencegah penimbunan BBM.
Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang
Pengendara motor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite secara mandiri di SPBU Coco di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (11/3/2026). Pemerintah Kota Pontianak bersama PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Barat memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) di Kota Pontianak dalam kondisi aman serta mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan, sementara TNI/Polri menegaskan untuk memperketat pengawasan distribusi guna mencegah penimbunan BBM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Survei nasional lembaga riset Citra Nasional Network (CNN) menunjukkan mayoritas masyarakat menyatakan puas terhadap pelayanan energi yang dijalankan PT Pertamina (Persero). Tingkat kepuasan publik tercatat mencapai 83,7 persen, terutama terkait distribusi BBM dan LPG serta akses layanan energi.

Survei yang dilakukan pada 4–17 April 2026 tersebut mengukur persepsi masyarakat mengenai ketahanan energi dan pelayanan operasional Pertamina di berbagai daerah. Hasilnya menunjukkan stabilitas pasokan energi dan kemudahan akses layanan menjadi faktor utama pembentuk penilaian publik.

Baca Juga

Riset melibatkan 1.580 responden pengguna aktif Bio Solar, Pertalite, dan LPG 3 kilogram di seluruh Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,47 persen.

Direktur Utama Citra Nasional Network, Muhammad Sutisna, mengatakan tingkat kepuasan tersebut mencerminkan persepsi masyarakat terhadap keberlanjutan distribusi energi nasional.

“Kepercayaan publik yang tinggi menunjukkan masyarakat menilai distribusi energi nasional relatif terjaga,” kata Sutisna dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 67,2 persen responden mengaku menggunakan BBM Pertamina setiap hari, sementara 29,1 persen menggunakan BBM setiap tiga hari sekali dan 3,7 persen mengakses BBM lebih dari tiga hari sekali. Sebanyak 79,7 persen responden memperoleh BBM melalui jaringan SPBU Pertamina, sedangkan 20,3 persen lainnya menggunakan pengecer atau BBM swasta.

Pada sektor LPG 3 kilogram, mayoritas masyarakat masih mendapatkan gas subsidi melalui warung dan toko terdekat. Survei mencatat 67,7 persen responden membeli LPG melalui jalur tersebut, sementara 27,4 persen melalui pangkalan resmi.

Survei juga menyoroti penerimaan masyarakat terhadap digitalisasi layanan energi. Sebanyak 85,2 persen responden menyatakan mendukung penggunaan aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM subsidi agar distribusi dinilai lebih tepat sasaran.

Menurut Sutisna, pemanfaatan teknologi digital dinilai mulai berperan dalam pengelolaan data pengguna energi, meski efektivitas implementasinya tetap memerlukan evaluasi berkelanjutan.

Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap stabilitas distribusi BBM dan LPG tercatat berada pada kisaran di atas 80 persen, menunjukkan persepsi publik terhadap layanan energi nasional relatif positif di tengah dinamika ekonomi global.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement