Kamis 16 Apr 2026 13:46 WIB

Produksi Listrik EBT Pertamina Tembus 8.743 GWh, Perkuat Ketahanan Energi

Pengembangan EBT dinilai krusial menjaga stabilitas pasokan dan menekan risiko energi

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Friska Yolandha
Hingga kuartal III 2025, pembiayaan sektor energi terbarukan Bank Mandiri telah mencapai Rp 13 triliun, tumbuh 29 persen secara tahunan. Bank Mandiri terus menjaga komitmen dalam transisi energi bersih.
Foto: Bank Mandiri
Hingga kuartal III 2025, pembiayaan sektor energi terbarukan Bank Mandiri telah mencapai Rp 13 triliun, tumbuh 29 persen secara tahunan. Bank Mandiri terus menjaga komitmen dalam transisi energi bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Pertamina (Persero) mencatat produksi listrik dari energi baru terbarukan (EBT) mencapai 8.743 gigawatt hour (GWh) hingga 2025. Capaian ini memperkuat ketahanan kelistrikan nasional di tengah dinamika energi global.

Produksi listrik bersih tersebut ditopang pembangkit energi terbarukan dengan total kapasitas terpasang mencapai 3,1 gigawatt (GW). Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi bisnis rendah karbon sekaligus respons atas fluktuasi harga energi dan ketidakpastian pasokan global.

Baca Juga

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menyampaikan pengembangan energi bersih terus diperkuat untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

“Di tengah dinamika energi global yang sangat dinamis, pengembangan energi baru terbarukan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan listrik bagi masyarakat,” kata Baron di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Upaya tersebut dilakukan melalui diversifikasi sumber energi guna menekan ketergantungan pada energi fosil. Langkah ini dinilai penting mengingat volatilitas pasar energi global yang masih tinggi. Pengembangan EBT juga diarahkan untuk mengurangi risiko fluktuasi harga dan gangguan pasokan energi dunia. Pertamina menempatkan bauran energi sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas sistem energi nasional.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement