Ahad 05 Jul 2020 19:05 WIB

Watsons Berkomitmen Kurangi Sampah Plastik

Pelanggan makin menyadari isu sustainability.

Rep: Eva Martha Rahayu (swa.co.id)/ Red: Eva Martha Rahayu (swa.co.id)
.
.

Watsons, jaringan ritel kesehatan dan kecantikan global berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dengan menjadi ritel kesehatan dan kecantikan pertama yang terdaftar pada New Plastics Economy (NPE) Global Commitment untuk mengurangi sampah plastik. Watsons juga telah terdaftar menjadi anggota

dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dalam membantu mengatasi dampak lingkungan dari kelapa sawit.

Untuk itu Watsons menjalankan berbagai inisiatif berkelanjutan yang lebih luas melalui 13 pasar di Asia dan Eropa dalam memperkuat dua tujuan utama menuju Sustainability Roadmap pada 2030 – yakni pengelolaan sampah yang lebih baik dan produk private label (own brand) yang lebih bertanggung jawab.

Malina Ngai, Group COO of A.S. Watson Group dan CEO of AS Watson (Asia & Europe), mengatakan, pihaknya memahami pelanggan makin menyadari isu sustainability. Oleh karena itu diharapkan brand yang mereka pilih memiliki kesamaan nilai seperti apa yang telah mereka lakukan. "Jadi, ini tugas kami untuk do more, sehingga kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang berkesinambungan serta menyediakan lebih banyak lagi pilihan produk-produk yang sustainable," jelasnya.

Dengan inisiatif berpartisipasi dalam New Plastics Economy Global Commitment, Watsons akan mengurangi penggunaan plastik yang tidak diperlukan dalam membantu menanggulangi polusi

plastik tepat pada sumbernya. Dalam membantu mengatasi persoalan serius dari polusi microplastic, pada 2014, A.S. Watsons telah melarang penggunaan microplastic pada produk own brand termasuk pada produk kosmetik pembersih wajah/produk perawatan pribadi yang berbentuk scrub.

Larangan ini diperluas pada seluruh produk own brand lainnya serta merek produk yang dijual di semua gerai pada Januari 2020. Watsons Hong Kong meluncurkan Plastic Container Recycling Programme pada 2015 untuk mengumpulkan wadah plastik personal care maupun botol air minum kemasan di seluruh gerai untuk membantu konsumen lebih proaktif dalam langkah-langkah melindungi lingkungan.

Sementara Watsons Indonesia telah menerapkan larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai pada seluruh gerai Watsons yang tersebar di Indonesia sesuai dengan peraturan pemerintah dan

menyediakan cassava bag yaitu pengganti kantong plastik konvensional, terbuat dari resin alami yang berasal dari 98% pati tapioka, 1% minyak nabati, dan 1% biopolimer alami yang dapat dikomposkan dan dapat dikonsumsi oleh mikro-organisme dalam tanah. Selain itu Watsons

Indonesia juga menyediakan berbagai pilihan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali berbahan dasar non-woven, kanvas dan parasut.

Dalam hal kemasan produk-produk Own Brand, dengan Watsons telah terdaftar dalam New Plastic Economy Commitment, Watsons berkomitmen akan melakukan beberapa langkah, antara lain: menghilangkan penggunaan plastik yang tidak diperlukan dengan menghindari over-packaging dan mengurangi PVC, dengan larangan menyeluruh atas PVC pada 2030. Juga, menggunakan minimal 20% kandungan plastik daur ulang pada kemasan plastik di 2025, jika dalam penggunaan plastik daur ulang diizinkan.

"Kami menjadi yang pertama pada industri ritel kesehatan dan kecantikan yang tergabung dalam New Plastic Economy Global Commitment. Kami berharap akan lebih banyak lagi kelompok ritel dapat membuat komitmen bermakna dalam kelestarian lingkungan sehingga bersama dapat membuat bumi kita lebih bisa berkelanjutan,” dia menegaskan.

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement