Rabu 17 Jun 2020 18:41 WIB

Pelaku IKM Didorong Pasarkan Produk Secara Online

IKM memperoleh pembinaan berkesinambungan, termasuk setelah kampanye usai.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Fuji Pratiwi
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih membuka workshop e-Smart IKM di Hotel Luminor Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pemasaran produk Industri Kecil Menengah (IKM) secara online melalui e-Smart IKM.
Foto: Republika/Dadang Kurnia
Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih membuka workshop e-Smart IKM di Hotel Luminor Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pemasaran produk Industri Kecil Menengah (IKM) secara online melalui e-Smart IKM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendukung pemasaran produk Industri Kecil Menengah (IKM) secara online melalui e-Smart IKM. Sejak 2017, program itu dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan pelaku IKM agar mampu tembus platform digital. 

Hingga kini, e-Smart IKM sudah digelar di berbagai daerah dan diikuti 11.167 pelaku IKM di seluruh Indonesia. 

Baca Juga

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kemenperin Gati Wibawaningsih menjelaskan, Kemenperin bekerja sama dengan ekosistem digital di Indonesia melalui program tersebut. E-Smart IKM menggandeng Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, Blanja, Ovo, Dana dan Imoji. Berbagai perusahaan pendukung juga terlibat seperti Sicepat dan JNE. 

Rencananya, kata Gati, Kemenperin bersama para e-commerce akan menggelar kampanye #SemuanyaAdaDisini yang dimulai pada 1 Juli. IKM yang menjadi bagian kampanye #SemuanyaAdaDisini juga bakal mengikuti program e-Smart IKM serta memperoleh pelatihan, pendampingan, dan difasilitasi untuk meningkatkan cakupan pemasaran secara online

“IKM memperoleh benefit berupa pembinaan yang berkesinambungan, termasuk setelah #SemuanyaAdaDisini selesai," ujar Gati melalui keterangan tertulis, Rabu (17/6).

IKM yang mengikuti program tersebut bisa mendapatkan fasilitas capacity building dalam periode pra dan pasca-on boarding di media pemasaran online. Para pelaku IKM sekaligus mendapatkan pendampingan selama masa berlaku program. 

Manfaat lain yang didapat, kata Gati, antara lain mendapat fasilitas hak kekayaan intelektual atau pendaftaran merek, desain kemasan, branding material, sertifikasi halal dan SNI, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta restrukturisasi mesin dan peralatan. Selain itu, pelaku IKM akan difasilitasi pembuatan aset digital berupa akun marketplace, media sosial dan website, serta berkesempatan menembus pasar luar negeri melalui berbagai program pendampingan. 

Kemenperin berupaya pula membangun jejaring antara pelaku IKM dengan industri besar. "Mendekatkan IKM dengan industri berskala besar, akan memberikan peluang bagi IKM semakin berkembang dan berkontribusi sebagai rantai pasok industri dalam negeri," ujar Gati.

Bagi IKM yang ingin mengikuti kegiatan #SemuanyaAdaDisini dapat langsung mendaftar melalui tautan http://esmartikm.id/ hingga 21 Juni 2020.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement