Senin 18 May 2020 15:41 WIB

Penerbangan Kargo Cardig Air Kembali Beroperasi

Pemerintah pusat dan daerah diminta menjamin kelancaran distribusi logistik.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Fuji Pratiwi
Pesawat Cardig Air
Foto: Facebook Cardig Air
Pesawat Cardig Air

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai penerbangan kargo Cardig Air kembali beroperasi pada Senin (18/5) dengan rute Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru (PKU). Kelancaran logistik dinilai penting di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Wakil Direktur Utama Cardig Air Joshua Wempie optimistis akan terus mengembangkan layanan penerbangannya meski dalam kondisi pandemi Covid-19. "Tahun ini kami melakukan terobosan penerbangan kargo domestik dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan ke kargo internasional," kata Joshua, Senin (18/5). 

Baca Juga

Dalam penerbangan perdananya itu, Cardig Air mengangkut 16 ton general kargo menggunakan pesawat baru Boeing 737-400. Untuk selanjutnya Cardig Air akan terbang dari Halim menuju Pekanbaru sebanyak tiga kali dalam sepekan. 

Dengan mengoperasikan dua pesawat kargo, Joshua menuturkan, Cardig Air juga melayani penerbangan berjadwal ke Makassar (Ujung Pandang) dan Balikpapan. Dia meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjamin kelancaran distribusi logistik selama pandemi Covud-19.

Direktur Utama JAS Airport Services Adji Gunawan yang menangani Cardig Air mengatakan sangat mendukung pemerintah terkait arus logistik. "Sebagai bagian dari mata rantai logistik, kami menyediakan alat-alat penunjang dan SDM yang cukup sehingga kargo bisa cepat keluar dari gudang JAS," ungkap Adji.

Selama pandemi Covid-19 seja Maret 2020, Adji mengatakan JAS telah menangani total 213 ribu ton kargo untuk berbagai pihak seperti BNPB, Kementeriaan Koordinator Bindang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Basarnas, rumah sakit, dan lainnya. Jenis kargo yang datang ke Indonesia terkait Covid-19 seperti ventilator, masker, thermogun, APD, test kit, sampai aneka vitamin. 

Adji mengatakan, meskipun saat ini frekuensi penerbangan dikurangi tapi pesawat komersial domestik dan internasional masih tetap beroperasi. "Sebagian besar tidak mengangkut penumpang melainkan kargo udara," ujar Adji. 

Selain itu, terdapat sejumlah pelanggan JAS yang masih terus ditangani. Bebrapa diantaranya seperti All Nippon, Cathay Pacific, Singapore Airlines, EVA Air, Asiana, Qatar, Emirates, Malaysian Airlines, Airfast, Kmile, MyIndo, dan Tri MG. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement