Senin 02 Feb 2026 17:03 WIB

Serikat Pekerja Dukung Upaya Transformasi Garuda Indonesia

Transformasi Garuda Indonesia perlu dilakukan untuk nama baik bangsa

Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI)
Foto: Garuda Indonesia
Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) menyatakan dukungan terhadap langkah transformasi yang tengah dijalankan manajemen PT Garuda Indonesia Tbk. Dukungan tersebut mencakup berbagai kebijakan penyesuaian operasional dan efisiensi yang diarahkan untuk memperkuat keberlanjutan usaha perseroan.

Sekarga dan IKAGI juga menyampaikan aspirasi para anggota terkait dinamika yang terjadi dalam proses transformasi. Selain itu, kedua organisasi pekerja tersebut menekankan pentingnya membangun hubungan industrial yang kolaboratif dan transformatif, melalui kemitraan strategis antara serikat pekerja dan manajemen untuk mendukung visi serta misi perusahaan.

Ketua Sekarga Dwi Yulianta menilai, kebijakan yang ditempuh manajemen merupakan langkah strategis yang sejalan dengan program pemerintah dalam menyehatkan kinerja Garuda Indonesia. Menurutnya, upaya transformasi perlu disikapi sebagai tanggung jawab bersama seluruh insan perusahaan.

“Transformasi ini harus dipandang sebagai misi kolektif. Langkah yang diambil memang tidak mudah, namun diperlukan untuk menjaga keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang,” ujar Dwi dalam keterangan tertulis, Senin (2/2).

Ia menambahkan, serikat karyawan telah melakukan dialog intensif dengan manajemen untuk memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai kondisi perusahaan, sekaligus memastikan adanya komitmen terhadap perlindungan dan kesejahteraan karyawan.

Dukungan serupa disampaikan IKAGI. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal IKAGI Uray Indrayana Kusumawijaya mengatakan, awak kabin memahami kebijakan efisiensi sebagai bagian dari komitmen bersama untuk menjaga masa depan perusahaan. “Kami mendukung kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kemampuan dan kondisi saat ini, serta tetap berkomitmen menjaga profesionalisme dan kualitas layanan kepada penumpang,” ujarnya.

Sementara itu, analis bisnis penerbangan Gatot Rahardjo menilai efisiensi menjadi salah satu kunci utama keberhasilan transformasi maskapai. Menurutnya, efisiensi dapat dilakukan melalui optimalisasi operasional, pengelolaan rute, pemanfaatan pesawat yang lebih hemat bahan bakar, serta penguatan aspek non-operasional seperti pengelolaan sumber daya manusia, digitalisasi proses, dan penyederhanaan prosedur.

“Efisiensi tetap harus dijalankan dengan mengedepankan keselamatan penerbangan dan kepatuhan terhadap regulasi. Keselamatan dan keberlanjutan bisnis perlu berjalan beriringan,” tegas Gatot.

Dengan dukungan dari serikat pekerja dan seluruh insan perusahaan, program transformasi Garuda Indonesia diharapkan dapat memperkuat fundamental bisnis serta mendorong kinerja yang lebih sehat ke depan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement