REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan Jumat (5/4). Indeks saham melemah 1,11 persen atau turun 62 poin ke posisi 5.575,56 dari perdagangan sebelumnya di level 5.638,13. Indeks LQ45 turut terkoreksi 1,85 persen.
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan pergerakan saham hari ini masih mendapat pengaruh dari wabah virus corona baru (Covid-19). "Penemuan vaksin corona menjadi angin positif bagi pasar," kata Lanjar, Jumat (6/3).
Tidak hanya seputar Covid-19, pergerakan saham juga mendapat pengaruh dari tensi geopolitik yang kian memanas antara Turki dan Suriah. Pasar akan kembali tertekan akibat adanya potensi perang dari kedua negara.
"Kami melihat bahwa hal ini tentu akan memberikan dampak psikologis tambahan terhadap pasar, karena virus corona saja masih belum usai," ungkap Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.
Pelemahan IHSG ini sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa Asia. Pada pukul 09.00, indeks Nikkei 225 terkoreksi hingga 2,76 persen diikuti indeks Hang Seng yang melemah 1,79 persen. Sedangkan indeks Strait Times turun 1,4 persen dan disusul indeks Shanghai Composite melemah 0,84 persen
Sementara itu, pergerakan bursa saham Amerika juga kompak memerah dan terperosok cukup dalam ke zona merah. Indeks Dow Jones melemah 3,58 persen, indeks S&P 500 turun 3,39 persen dan Nasdaq melemah 3,10 persen.
Pada penutupan perdagangan di akhir pekan ini, IHSG pun diperkirakan akan kembali mengalami pelemahan. "Kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah dan ditradingkan pada level 5.445 –5.650," kata Nico.