Senin 10 Feb 2020 15:56 WIB

PT Timah Bangun Pabrik Monasit pada Tahun Ini

Monasit merupakan logam tanah jarang yang berfungsi penting dalam industri elektronik

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya
PT. Timah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Borobudur, Senin (10/2).
Foto: Republika/Intan Pratiwi
PT. Timah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Borobudur, Senin (10/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Timah akan memulai pembangunan pabrik monasit pada tahun ini. Direktur Utama Timah, Riza Pahlevi menjelaskan perusahaan sedang melakukan finalisasi design terakhir pembangunan pabrik ini.

Riza menjelaskan pabrik monasit ini dibangun oleh perusahaan mengingat saat ini cadangan monasit yang ada sangat bermanfaat. Monasit merupakan logam tanah jarang yang berfungsi penting dalam pengembangan elektronik.

Baca Juga

Riza mentargetkan akhir tahun ini pabrik tersebut sudah bisa dibangun. "Kami masih finalisasi designya. Kami kejar supaya akhir tahun ini sudah mulai bangun," ujar Riza di Hotel Borobudur, Senin (10/2).

Riza menjelaskan rencananya pabrik ini akan dibangun di Bangka, Timah sendiri sudah mempunyai lahan sebesar 100 hektare di Tanjung Ulap. "Lahanya sudah ada di Tanjung Ulap, sekitar 100 hektar," tambah Riza.

Ia juga menjelaskan pihaknya sudah menggandeng partner untuk membangun pabrik monasid ini, meski begitu Riza belum bisa menjelaskan siapa partnernya dan berapa biaya yang perlu digelontorkan perusahaan.

Ia juga menjelaskan pabrik ini menghasilkan RE hidroksida sebelum masuk ke RE oksida. Nantinya, tidak menutup kemungkinan pengembangan senyawa tersebut akan sampai ke individual oksida berupa serium, lantanum, neodimium, dan praseodemium.

Menurutnya, sejalan dengan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, logam tanah jarang akan sangat dibutuhkan sebagai salah satu bahan baku baterai kendaraan listrik.

"Tantangannya bagaimana bisa scale up ke skala industri, dan bisa kembangkan sampai ke individual oksida, kita butuh bantuan teknologi untuk menghasilkan produk tersebut," ujar Riza.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement