Jumat 24 Jan 2020 12:10 WIB

Bank Mandiri Cetak Laba Rp 27,5 Triliun

Pertumbuhan laba Bank Mandiri didorong oleh pendapatan bunga bersih.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda
Bank Mandiri
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Bank Mandiri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba konsolidasi sebesar Rp 27, 5 triliun atau tumbuh 9,86 persen pada kuartal IV 2019. Pertumbuhan laba didorong oleh pendapatan bunga bersih Serta penurunan biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang besar. 

"Pertumbuhan laba berasal dari pendapatan bunga bersih sebesar Rp 61,2 triliun atau tumbuh 6,8 persen yoy. Sedangkan CKPN turun sebesar 14,90 persen," kata Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badrudin di Jakarta, Jumat (24/1).

Selain itu, capaian ini didukung oleh pertumbuhan kredit konsolidasi yang sebesar 10,7 persen yoy hingga mencapai Rp907,5 triliun pada akhir tahun lalu. Dari kucuran tersebut, perseroan berhasil mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp 59,4 triliun, naik 8,8 persen yoy dibanding tahun sebelumnya.

Bank Mandiri juga tercatat berhasil memperbaiki kualitas kredit yang disalurkan sehingga rasio NPL gross turun 42 bps menjadi 2,33 persen dibandingkan Desember tahun lalu. Menurut Siddik, NPL ini merupakan yang terendah sejak 2016 lalu. 

Dari sisi pengumpulan dana murah, perseroan bisa mencatatkan pertumbuhan mencapai Rp609,6 triliun. Pertumbuhan ini bertumpu pada penghimpunan tabungan sebesar Rp338,6 triliun atau tumbuh 6,1 persen yoy dan giro yang mencapai sebesar Rp200,5 triliun atau tumbuh 24,9 persen yoy.

Kontribusi Dana Pihak Ketiga (DPK) Perusahaan Anak juga terus membaik. Pada periode ini, kontribusi DPK perusahaan anak mencapai Rp118 triliun atau tumbuh 16,4 persen yoy. Jika jumlah tersebut dikonsolidasikan, maka total Dana Pihak Ketiga Bank Mandiri beserta dengan Perusahaan Anak mencapai Rp 933,1 triliun, naik 11 persen  dari akhir 2018.

Saat ini, permodalan dan likuiditas perusahaan berada pada situasi yang sangat baik dengan rasio CAR Bank Only di 21,38 persen dan rasio RIM di 93,93 persen. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement