Selasa 31 Dec 2019 12:56 WIB

Pengusaha Asal Malang Lirik Investor Waralaba Halal di Jepang

Rencananya, Sariraya akan membuka Sariraya Halal Mart yang diwaralabakan.

Rep: Vicky Rachman (swa.co.id)/ Red: Vicky Rachman (swa.co.id)
Gerai Sariraya di Jepang. (Foto : Arsip Sariraya)
Gerai Sariraya di Jepang. (Foto : Arsip Sariraya)

Sariraya Co., Ltd, produsen dan distributor produk halal terbesar di Jepang, mengembangkan bisnis ritel produk-produk halal di tahun 2020. Rencananya, Sariraya akan membuka Sariraya Halal Mart yang diwaralabakan kepada mitra bisnis yang nilai investasinya senilai Rp 1-2 miliar per gerai. Sariraya Halal Mart merupakan gerai yang menyediakan beragam makanan dan minuman, sayur-sayuran, dan makanan ringan halal

Teguh Wahyudi, CEO dan pendiri Sariraya, mengatakan manajemen Sariraya sedang menyiapkan Sariraya Halal Mart di Nagoya, Jepang. Sariraya Halal Mart membidik WNI, wisatawan, dan pemeluk agama Islam dari berbagai negara yang berdomisili di Jepang sebagai target konsumen. Teguh menyebutkan jumlah pemeluk agama Islam di Jepang itu berkisar 150 ribu jiwa dan WNI sebanyak 150 ribu orang.

Jumlah ini diyakini Teguh sebagai konsumen potensial. “Target kami di tahun 2020 adalah membuka Sariraya Halal Mart. Sekitar 20% dari jumlah total outlet akan dimiliki Sariraya dan 80% kami waralabakan ke mitra,” tutur Teguh saat dihubungi SWAonline di Jakarta, beberapa waktu lalu. Gerai Sariraya Halal Mart ini akan berlokasi di berbagai kota besar, antara lain Tokyo, Osaka, Nagoya. “Target awal mengoperasikan 10 outlet di 47 provinsi yang ada di Jepang,” sebut Teguh.

Pengusaha kelahiran Malang, Jawa Timur ini menyodorkan kemitraan kepada seluruh investor individual dan institusi yang ingin membeli franchisee (pemegang hak waralaba) Sariraya Halal Mart itu.

“Semua WNI di Jepang ditawarkan untuk menjadi mitra kami, mahasiswa atau profesional yang bekerja di Jepang. Kami juga menawarkan waralaba ini kepada investor di Indonesia dan Jepang,” tutur alumnus dari Fakultas Pertanian Sosial Ekonomi, Universitas Brawijaya, Malang ini.

Dia mengatakan investasi, waralaba Sariraya Halal Mart ini bervariasi nilainya, yakni Rp 1-2 miliar per gerai. “Nilai investasi tergantung lokasinya, misalnya di Tokyo itu sekitar Rp 2 miliar dan Nagoya Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Teguh menyodorkan skema waralaba ini di laman sariraya.com. Nantinya, Sariraya Halal Mart akan berdampingan dengan Halal Fried Chicken yang didirikan perusahaanya Teguh.

“Kami sedang membentuk tim manajemen untuk mematangkan rencana pengembangan bisnis Sariraya Halal Mart dan Halal Fried Chicken yang kini dikembangkan sebagai restoran cepat saji yang manajemennya lebih modern seperti restoran cepat saji global,” Teguh menjelaskan. Untuk pasokan bahan baku, Sariraya bermitra dengan PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN).

Pengembangan bisnis Sariraya ini diharapkan melahirkan pengusaha baru, terutama untuk WNI di Jepang yang berminat untuk menjadi franchisee Sariraya Halal Mart. Teguh sejak tahun 2003 merintis bisnis di Jepang.

Kala itu, dia memproduksi tempe. Perlahan-lahan, bisnis tempe berkembang dan Teguh memperluas bisnis makanan dan minuman halal. “Produk yang kami jual mendapat sertifikat dari pemerintah Jepang yang regulasinya sangat ketat. Kami adalah pionir makanan dan minuman halal di Jepang yang sudah diakui pemerintah Jepang,” Teguh menjelaskan. (*)

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement