Ahad 22 Dec 2019 08:25 WIB

Semen Indonesia Ekspor 3,87 Juta Ton Semen Hingga November

Konsumsi semen nasional justru melemah.

Semen Indonesia Ekspor 3,87 Juta Ton Semen Hingga November. Pekerja melakukan bongkar muat semen di salah satu gudang di Jakarta (ilustrasi).
Foto: Prayogi/Republika
Semen Indonesia Ekspor 3,87 Juta Ton Semen Hingga November. Pekerja melakukan bongkar muat semen di salah satu gudang di Jakarta (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk berhasil mencatatkan volume penjualan ekspor sebesar 3,87 juta ton dari fasilitas produksi di Indonesia selama periode Januari hingga November 2019. Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono mengatakan ekspor semen dari BUMN tersebut pada periode Januari sampai November 2019 naik hingga 19,6 persen dibandingkan sebelumnya.

"Semen Indonesia sedang fokus menggarap pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara, seperti Bangladesh, India, Sri Lanka, Maladewa, Filipina, dan Timor Leste," kata Sigit pada Media Fun Semen Indonesia bersama Jurnalis Sumbar ke Yogyakarta, Sabtu (21/12).

Baca Juga

Ia mengatakan Perseroan telah mengoptimalkan seluruh fasilitas produksi dan distribusi untuk mendukung pengiriman produk ke kawasan regional. "Kemudian perseroan juga aktif mengikuti berbagai forum pameran dan misi dagang untuk memperkuat jaringan ekspor di negara-negara tujuan dan menjajaki pasar baru di kawasan regional," katanya.

Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen di Indonesia hingga November 2019 masih mengalami penurunan 0,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018. "Total penjualan semen domestik sampai dengan November 2019 tercatat sebesar 63,23 juta ton atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama 2018 sebesar 63,44 juta ton," kata Sigit.

Ia juga menerangkan seiring dengan pelemahan pasar semen nasional, volume penjualan domestik PT Semen Indonesia hingga Oktober 2019 mengalami penurunan 3,18 persen menjadi 24,26 juta ton dibanding periode yang sama 2018 sebesar 25,05 juta ton.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement