Senin 02 Dec 2019 11:08 WIB

Rupiah Terkoreksi Jelang Rilis Data Inflasi November

Siang ini Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data inflasi bulan November.

Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah.    (ilustrasi)
Foto: Republika/ Yogi Ardhi
Seorang petugas teller menghitung mata uang rupiah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada awal pekan terkoreksi jelang rilis data inflasi. Pada pukul 10.19 WIB, rupiah masih melemah 12 poin atau 0,09 persen menjadi Rp 14.120 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.108 per dolar AS.

"Dalam perdagangan Senin ini, rupiah masih akan bergerak melemah," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin (2/12).

Baca Juga

Data inflasi yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini akan menjadi salah satu perhatian pelaku pasar. Bank Indonesia memperkirakan inflasi November 2019 rendah dan terkendali meski ada peluang naik tipis jelang liburan akhir tahun.

Peluang yang menyumbang kenaikan inflasi November 2019, salah satunya kenaikan harga tiket angkutan udara, seiring jelang libur akhir tahun. Dari eksternal, keputusan Presiden AS Donald Trump meresmikan undang-undang pro-demokrasi untuk Hong Kong, membuat investor khawatir bahwa hal itu akan menghambat penyelesaian kesepakatan perdagangan AS-China pada akhir tahun.

Merespon keputusan Trump, Kementerian Luar Negeri China mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa negara itu tidak akan tinggal diam begitu saja melihat tindakan AS. Beijing menilai, Pemerintah AS sudah campur tangan murni dalam urusan dalam negeri China.

Ibrahim memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 14.095 per dolar AS hingga Rp 14.120 per dolar AS. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.122 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.102 per dolar AS.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement