Jumat 29 Nov 2019 17:57 WIB

Soft Opening Juni 2020, Jokowi Tinjau Patimban

Pelabuhan ini difungsikan untuk kegiatan ekspor industri otomotif dari Indonesia.

Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh sejumlah menteri meninjau Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jumat (29/11).
Foto: Foto : Humas Ditjen Hubla
Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh sejumlah menteri meninjau Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jumat (29/11).

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG - -  Presiden RI Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, meninjau langsung proyek pembangunan Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11). Direncanakan pada bulan Juni 2020 akan dilakukan soft opening Pelabuhan Patimban tahap pertama. 

“Progresnya (proyek Pelabuhan Patimban) ini bagus dan kita harapkan tahapan pertama nanti akan kita selesaikan pada Juni 2020,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan, Pelabuhan Patimban nantinya pada 2027 akan menjadi pelabuhan besar yang akan difungsikan untuk kegiatan ekspor industri otomotif dari Indonesia ke luar negeri.

“Kita ingin ini jadi sebuah HUB besar untuk otomotif dan logsitik yang kita ekspor ke Australia, New Zealand dan negara-negara ASEAN, semua berangkat dari Patimban ini. Ini semua dalam rangka memperbaiki daya saing (competitiveness) kita,” katanya. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, proyek pembangunan Pelabuhan Patimban membutuhkan investasi sekitar 40 Triliun Rupiah. Dari kebutuhan tersebut, sebesar 23,5 Triliun Rupiah didapatkan dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA) yaitu untuk tahap 1 fase 1 sebesar Rp 14 triliun Rupiah dan tahap 1 fase 2 sebesar Rp 9,5 triliun. 

Dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban secara keseluruhan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap 1 fase 1, akan diselesaikan pada bulan November 2020 dengan kapasitas kapasitas 218 ribu kendaraan untuk terminal kendaraan dan 250 ribu TEUs untuk terminal peti kemas.

Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan pada tahap 1 fase 2 yang ditargetkan pada tahun 2021 - 2023, dengan kapasitas optimum untuk kendaraan itu adalah 600 ribu kendaraan dan kontainer sejumlah 3,75 juta TEUs. Tahap 2 dan tahap 3 akan dilakukan pada 2024-2027 yaitu dilakukan pengembangan terminal peti kemas hingga mencapai kapasitas maksimal yaitu di atas 7 juta TEUs. 

Total luas pelabuhan ini adalah 654 hektare dengan rincian 300 hektare untuk terminal peti kemas dan terminal kendaraan serta 354 hektare akan diperuntukkan back up area berisi area pergudangan, perkantoran, pengelolaan, dan area bisnis.

Diharapkan dengan beroperasinya Pelabuhan Patimban secara keseluruhan, dapat mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, memperkuat ketahanan ekonomi, mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas (ekspor-impor) kendaraan di Tanjung Priok di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta menjamin keselamatan pelayaran termasuk area eksplorasi minyak dan gas.

Sementara itu, paralel dengan pembangunan terminal, saat ini Kementerian PUPR tengah membagun akses jalan dari dan menuju Pelabuhan Patimban yang ditargetkan akan selesai pada bulan April 2020 mendatang, sebelum pelaksanaan soft launching Pelabuhan Patimban. 

Berita Lainnya

Rekomendasi