REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perluasan jaringan distribusi menjadi salah satu strategi yang ditempuh pelaku platform business-to-business (B2B) untuk menjangkau lebih banyak toko ritel dan pelaku UMKM. Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan akses terhadap pasokan produk elektronik dan kebutuhan rumah tangga yang lebih beragam.
PT Nexlink Bersama Nusantara (Nexlink) memperluas jaringan distribusinya ke lebih dari 60 persen provinsi di Indonesia. Hingga pertengahan 2026, perusahaan mencatat jaringan distribusinya telah menjangkau lebih dari 15.000 outlet di berbagai kota dan kabupaten.
Direktur PT Nexlink Bersama Nusantara Ostlender mengatakan, perluasan jaringan distribusi dilakukan untuk memperluas akses pelaku usaha terhadap produk dagang di berbagai daerah.
“Kami percaya bahwa akses terhadap produk dagang dan pelayanan berkualitas harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Karena itu, ekspansi jaringan distribusi menjadi salah satu fokus utama kami untuk memastikan pelayanan Nexlink dapat menjangkau konsumen di berbagai daerah secara menyeluruh,” ujar Ostlender, Rabu (15/7/2026).
Selain memperluas jaringan distribusi, Nexlink juga menambah portofolio produk melalui kerja sama dengan sejumlah merek baru. Produk yang dipasarkan mencakup berbagai kategori, mulai dari aksesori gawai, perangkat audio, smartwatch, peralatan rumah tangga, perlengkapan dapur, hingga perangkat kelistrikan.
Beberapa merek yang bergabung di antaranya U1me, Ufone, Ichiko, DPUS, Bravhom, Digitech, Deli, Canary, dan GBUplast.
Menurut Ostlender, penambahan variasi produk dilakukan untuk memberikan pilihan yang lebih luas bagi pelaku ritel sekaligus mendukung kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Perusahaan menilai potensi pasar UMKM dan ritel masih terbuka lebar. Karena itu, ekspansi distribusi akan terus dilakukan dengan memperkuat kemitraan bersama toko tradisional maupun modern di berbagai daerah.
“Dengan fondasi bisnis yang semakin kuat, jaringan distribusi yang luas, serta inovasi yang berkelanjutan, kami optimistis dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap perkembangan pasar UMKM di Indonesia,” kata Ostlender.