Rabu 06 Nov 2019 09:02 WIB

Survei BI: Optimisme Konsumen Oktober 2019 Melemah

BI menyebutkan, penurunan IKK disebabkan oleh penurunan kedua indeks pembentuknya.

Rep: Vina Anggita(swa.co.id)/ Red: Vina Anggita(swa.co.id)
BI
BI

 

Bank Indonesia (BI) merilis Survei Konsumen pada Oktober 2019 yang mengindikasikan optimisme konsumen tetap terjaga, meskipun melemah. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Oktober 2019 yang tetap berada dalam zona optimistis di atas 100 yakni sebesar 118,4. Indeks ini tercatat lebih rendah dibandingkan IKK pada bulan sebelumnya sebesar 121,8.

BI menyebutkan, penurunan IKK disebabkan oleh penurunan kedua indeks pembentuknya, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat lni (IKE) turun sebesar -2,7 poin dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turun sebesar -4,2 poin. Pada Oktober 2019, penurunan IKK terjadi pada seluruh kelompok tingkat pengeluaran responden, terdalam pada responden dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan.

Dari sisi usia, penurunan IKK terjadi pada hampir seluruh kelompok usia responden, terdalam pada responden berusia 41-50 tahun. Sementara secara spasial, penurunan keyakinan konsumen pada Oktober 2019 terjadi di 15 kota, dengan penurunan terdalam terjadi di Kota Makassar (-18,2 poin), diikuti Pangkal Pinang (-9,3 poin), Padang dan Surabaya (masing-masing -9,1 poin).

Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini juga melemah dari bulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Oktober 2019 yang menurun dari 107,5 pada bulan sebelumnya menjadi 104,8 yang disebabkan oleh penurunan seluruh komponen penyusunnya.

Penurunan indeks terdalam terjadi pada Indeks Pengahasilan Saat Ini sebesar -3,8 poin, diikuti oleh Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja sebesar -2,5 poin dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (durable goods) sebesar-1,9 poin.

Sementara itu, Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) juga menurun dari 136,2 pada bulan sebelumnya menjadi 132,0. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan indeks ekspektasi kegiatan usaha pada 6 bulan mendatang. Hasil survei juga mengindikasikan tekanan kenaikan harga yang sedikit meningkat pada 3 bulan dan 6 bulan mendatang (Januari dan April 2020).

Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga 3 dan 6 bulan mendatang yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Tekanan kenaikan harga 3 bulan mendatang dipengaruhi oleh perkiraan permintaan barang dan jasa yang meningkat pada awal tahun 2020. Sementara itu, tekanan kenaikan harga 6 bulan mendatang diperkirakan dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap barang dan jasa menjelang bulan puasa pada akhir April 2020.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan swa.co.id. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab swa.co.id.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement