Jumat 01 Nov 2019 14:06 WIB

Impor Daging Sapi Brasil, Buwas: Mubazir

Buwas melihat ketersediaan daging sapi yang ada hingga saat ini masih mencukupi.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (kiri) dan Agus Suharyono, Asisten Deputi Industri Agro dan Farmasi II Kementerian BUMN (kanan) dalam acara Ngopi BUMN di Synergy Lounge Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (kiri) dan Agus Suharyono, Asisten Deputi Industri Agro dan Farmasi II Kementerian BUMN (kanan) dalam acara Ngopi BUMN di Synergy Lounge Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulog mendapatkan penugasan untuk melakukan impor daging Sapi dari Brasil pada tahun ini saat rapat koordinasi terbatas (rakortas). Namun, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas menolak melakukan impor daging sapi dari Brasil pada tahun ini.

"Sampai hari ini saya belum impor barang sekilo daging sapi," ujar Buwas saat acara Ngopi BUMN di Synergy Lounge Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (1/11).

Baca Juga

Kata Buwas, Bulog memang mendapatkan tugas mengimpor daging sapi Brasil pada tahun ini. Meski begitu, Buwas mengaku bisa mengambil keputusan untuk menjalankan penugasan tersebut atau tidak. 

Buwas mempertimbangkan dampak negatif yang diakibatkan jika Bulog tetap melakukan impor tersebut. Dia mengatakan sudah menyampaikan hal ini kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Perdagangan, dan Menteri BUMN bahwa impor daging Sapi belum diperlukan.

"Kalau sudah ada dari PT Berdikari (Persero) sudah impor sapi ya biar Berdikari saja, saya nggak ikut-ikutan, nanti terlalu banyak," ucap Buwas. 

Menurut pertimbangan Buwas, impor daging sapi dari Brasil tidak bisa dia lakukan lantaran waktunya tidak memungkinan dan dianggap terlalu mepet dengan akhir tahun. Ia menyebut, pengiriman daging sapi dari Brasil ke Indonesia memerlukan waktu sekira 47 hari perjalanan. Buwas melihat ketersediaan daging sapi yang ada hingga saat ini masih dirasa mencukupi.

"Lebih baik tahun depan sambil kita hitung lagi kebutuhannya. (Sekarang) daging Kerbau sudah ada banyak, sudah mencukupi, (daging) Sapi dari Australia juga sudah banyak sekarang, daging Sapi dari lokal juga banyak," kata Buwas. 

Melihat kondisi yang ada, Buwas menilai tindakan impor daging sapi dari Brasil pada tahun ini merupakan hal yang mubazir. Hal ini juga cenderung merugikan daging sapi lokal.

"Kalau kita impor lagi ini kan bisa mubazir, artinya kita nanti menjatuhkan produk lokal, kita harus berhitung ke situ. Selama kita masih cukup kita ya nggak akan impor, kita harus berpihak ke peternak kita produksi dalam negeri, maka kemarin saya putuskan tidak akan impor," ungkap Buwas. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement